Skip to main content

Bacaan Ringan "PERJALANAN HIDUP UCOK AKA DAN PARA PECINTANYA - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
Dari sekian banyak wanita yang pernah mendampinginya, bagi Ucok AKA Harahap (almarhum), Yasmin Juniarti Farida adalah segalanya. Putri mantan jenderal Orde Baru ini mendampingi Ucok dalam suka dan duka hingga mencapai puncak popularitas. 

HUBUNGAN asmara antara Ucok AKA Harahap dan Yasmin Juniarti Farida ditolak keras keluarga Brigjen Alex, kepala bea cukai di Surabaya, pada era 70-an. Maklum, Farida masih gadis 20 tahun, sementara Ucok yang berusia 31 tahun masih terikat pernikahan dengan Nur Aini Latjeno alias Nani di Lawang. 

Orangtua Ucok, yang sebelumnya kecewa dengan ulah nekat Ucok menikahi Nani, kerabat mereka sendiri, tak ingin dibuat kecewa kembali. Maka, diam-diam, kedua sejoli ini sepakat kabur dari rumah di Surabaya. Ucok yakin nama besar sebagai vokalis dan leader AKA Group bisa membuatnya survive di Jakarta. 

"Cinta itu tak pernah kenal logika. Dengan mobil Suzuki Frontee keluaran 1974, aku dan Farida berkelana dari kota ke kota. Selama tiga hari tiga malam, kami menikmati hidup berdua kayak cerita sinetron remaja sekarang," tutur Ucok beberapa waktu lalu.

Lama-kelamaan uang mereka habis. Apa boleh buat, mobil milik ayahnya, Ismail Harahap, itu dijual untuk membayar sewa losmen di Jakarta. Harganya Rp 20 juta. Hanya bertahan 14 bulan, uang hasil penjualan mobil itu pun ludes. Maka, mulailah Ucok dan Farida hidup menggelandang selama tujuh bulan di Stasiun Gambir, gerbong kosong, hingga gudang mangkrak. 

Sementara koran-koran ramai memberitakan kasus "Ucok AKA melarikan anak jenderal". "Aku benar-benar merasakan besarnya cinta Farida. Saking besar cintanya, hingga Farida rela hidup sengsara. Terpisah dari orang tua. Terpisah dari keluarga dan terpisah dari kenikmatan yang seharusnya dinikmati sebagai anak pejabat Orde Baru. Farida juga tidak menuntut macam-macam. Kami hanya menikah modin alias siri," tutur Ucok. 

Pada pengujung 1974, Ucok bertemu dengan rombongan artis yang baru saja turun dari kereta api Bandung-Jakarta di Gambir. Salah satunya Ali Shahab, sutradara terkenal saat itu. 

"Ucok AKA? Apa kabar kau? Ngapain di stasiun?" sapa Ali sambil menjabat erat tangan Ucok. "Aku lagi nunggu kereta ke Jawa, Bang," jawabnya berpura-pura. 

Ali Shahab kaget melihat Farida, istri Ucok, yang berparas ayu. Tipe perempuan berwajah Indo yang ramai mengisi film nasional era 70-an. Singkat cerita, Ali kemudian mengajak Farida main film. 
Sejak itulah Farida, anak jenderal dan guru karate di Surabaya itu, mulai memasuki dunia film. Bermula dari film Ciuman Beracun, nama Farida Yasmin melambung sebagai bintang film yang diperhitungkan. Setelah itu Farida tampil di film-film berjudul bombastis seperti Lonceng Maut dan Ranjang Siang Ranjang Malam.

Sementara itu, Ucok yang kribo dan berwajah sangar ditawari peran antagonis oleh Ali Shahab. Jika Farida sebagai pemain utamanya diberi honor pertama Rp 500 ribu, Ucok yang hanya kebagian peran pembantu dibayar Rp 700 ribu. Jumlah yang sangat besar pada era 70-an. Sejak itulah Ucok dan Farida bisa mengontrak rumah di Kebayoran Baru. Biaya kontrak 'hanya' Rp 150 ribu per tahun. 

Di rumah itu, Sutan Kharisma Harahap, buah cinta Ucok-Farida, lahir pada 22 Juli 1976. Anak ini dipanggil Richie karena Ucok sedang tergila-gila dengan Richie Blacmore, vokalis Deep Purple. Belum genap tujuh bulan dari kelahiran Richie, perut Farida kembali berisi. 

Anak kedua Farida pun lahir dengan selamat. Ucok memberi nama Sutra Kharmelia Harahap. "Lia ini sangat cantik. Melihat wajah cantiknya, aku ingat akan mamaku di Surabaya." 

Ketika masih menikmati kebahagiaan dengan lahirnya Richie dan Lia, dan sukses di film, tiba-tiba datang berita duka dari Lawang. Ibunda Ucok, Fransina Frederika Mahieu, meninggal dunia. 
Tragisnya, wanita berdarah Prancis itu meninggal dunia dalam posisi duduk di kursi goyang. "Mami membaca koran terbitan 1978. Isinya, buronan Ucok AKA sembunyi di Stasiun Gambir. Mungkin beliau kaget putra yang dibanggakan ternyata seorang buronan," kenang Ucok. 

Ketika Ucok AKA Harahap tengah menikmati kebahagiaan bersama Farida Yasmin dan dua anak mereka (Richie dan Lia) di Lawang, tiba-tiba datang keluarga Farida. Mereka meminta agar Farida dibawa ke rumah Brigjen Alex Ciptadi, ayah Farida, di Jakarta. 

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…