Monday, June 30, 2014

Bacaan Ringan "KIPRAH TERNCHEM DI BLANTIKA MUSIK ROCK INDONESIA 70-AN - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Dalam satu pertunjukannya di gedung Gelora Pancasila Surabaya bersama AKA pada bulan Juni 1974, Ternchem yang biasanya menyuguhkan atraksi pertunjukan panggung dengan peti mati untuk kali ini tidak bisa menampilkan atraksi tersebut karena ada gangguan teknik dari alat-alat. Terchem mengatakan tentang tarif honor pertunjukannya berkisar antara Rp. 250.000,00 sampai Rp. 400.000,00 untuk setiap kali show.
Seperti halnya band AKA yang mendapat teguran dari pemerintah setempat karena gaya panggungnya yang gila-gilaan, band ini pun mendapat perlakuan yang sama pada awal dekade 1970-an. Selain dicekal aksi panggungya karena permainannya terlalu berani dan gaya yang ditampilkannya cenderung menyimpang dari gaya yang biasa ditampilkan oleh grup-grup lainnya, band ini juga mendapat cekalan karena rata-rata personilnya berambut gondrong.

Ada yang menilai tindakan ini sebagai suatu tindakan yang tidak adil karena rambut gondrong merupakan satu mode. Adapun ciri khas dari mode adalah cepat berkembang dan cepat hilang. Pelarangan serta razia pemotongan rambut dijalankan oleh petugas apapun merupakan “perkosaan” terhadap hak asasi manusia dan kurang bijaksana

Album Rekaman Terncem
Sudah merupakan suatu hal yang umum yang terjadi pada decade 1970-an bahwa kegarangan suatu band akan melunak ketika band tersebut masuk ke dapur rekaman. Hal ini bisa dilihat dari kegarangan ternchem di atas panggung ternyata tidak terlihat ketika band ini memulai album rekamannya. Ternchem dari Solo yang terkenal dengan pertunjukan ularnya di atas panggung membuat rekaman perdananya pada tahun 1973, sayangnya lagu-lagunya yang diciptakannya kurang mendapat tempat di hati pendengar musik pop di negeri ini.

Menurut salah seorang anggota terchem Bambang SP ketidakberhasilan rekaman mereka karena lagu-lagunya masih terpengaruh oleh irama hardrock yang hanya digemari oleh kalangan tertentu. Agar tidak mengulangi kegagalan, band Ternchem melakukan rekaman kedua pada pertengahan bulan April 1974, kali ini mereka akan merekam lagu yang lebih sesuai dengan selera masyarakat. Sayang kedua-duanya tidak disambut semeriah pertunjukan musiknya.

Grup ini pada tahun 1975 membuat album rekaman volume ke -3 di perusahaan rekaman Metropolitan. Dalam kesempatan yang sama mereka juga akan membuat rekaman pertama Pop Jawa. Ternchem melakukan rekaman di studio metropolitan, dan yang produksi adalah Yukawi punyanya Nomo Koeswoyo. Volume pertama band ini dibuat diatas label Remaco dengan judul zaman edan, lalu pada volume kedua dia rekaman di Dimita. Seperti yang dikatakan oleh band ini bahwa kebanyakan dari lagu-lagu rekaman mereka adalah lagu kacang goreng, lagu-lagu yang banyak menekankan segi komersial karena bagaimanapun lagu tersebut adalah lagu yang dikonsumsikan oleh masyarakat banyak. (dari berbagai sumber)