Tuesday, June 3, 2014

Bacaan Ringan "PERJALANAN HIDUP UCOK AKA DAN PARA PECINTANYA - PART 5"

http://massandry.blogspot.com
Usai bercerai dengan Sri Lea di Bandung pada 1988, Ucok AKA Harahap melanjutkan petualangannya ke Jogjakarta. Dia mendapat job show di Rumah Makan Yashinoki selama tiga bulan bersama Sweet Opinion Group. 

BIASANYA, setelah tampil rumah makan Jepang itu, Ucok Harahap (kini almarhum, Red) bersama teman-temannya bersantai di Malioboro. Ketika asyik menikmati nasi gudeg dan kopi tubruk, suatu ketika, seorang wanita cantik menggelayut manja di pundaknya. Rupanya, perempuan itu digoda oleh beberapa laki-laki iseng. 

Si nona sengaja mendekati Ucok untuk mencari perlindungan. "Yang bikin aku kaget, dia memanggil aku dengan Papa. Habis ini kita ke mana, Pa?’’ kenang Ucok Harahap. "Ya, aku bilang, terserah Mama saja deh."

Diplomasi halus ala pendiri AKA Group ini memang efektif. Keduanya kemudian berkenalan di hotel. Wanita cantik itu kemudian diketahui bernama Lisa Widiarti, asal Semarang. Sebagai model alias peragawati, prestasi si rambut panjang ini seabrek. Di ataranya, Ratu Kebaya Semarang dan Ratu Kebaya Jogja. 

Singkat cerita, Lisa pun dinikahi secara resmi. Sempat diperkenalkan pada ayahnya, Ismail Harahap, di Lawang, pasutri ini kemudian hidup bersama selama dua tahun. Kembali ke Jogja, Lisa aktif lagi di berbagai acara fashion show. Ucok sibuk bermusik, Lisa sibuk di atas catwalk.

Lama-kelamaan Ucok mendapat informasi miring bahwa istri barunya itu punya PIL, pria idaman lain. Menjadi simpanan pejabat mapan. Tak percaya begitu saja, diam-diam Ucok membuntuti si Ratu Kebaya itu. 
"Astagfirullah, ternyata istriku lagi check-in di sebuah hotel dengan seorang pejabat dari Jakarta," tutur Ucok.

Sakit hati, Ucok akhirnya memutus hubungan pernikahan dengan Lisa dan balik ke Lawang untuk menemani ayahnya yang sakit keras. Sebelumnya, adik kandung Ucok bernama Abdurahman Harahap alias Maneke meninggal dunia. Liezty, istri Maneke, yang selama ini merawat ayahnya di usia senja pun menjadi janda.

Hubungan Listy dengan mertuanya, Ismail Harahap, ayah kandung Ucok dan Maneke (alm), sudah ibarat anak kandung saja. Karena itu, meski ditinggal mati suaminya, ayah Ucok meminta Liezty agar tidak pulang ke rumah orang tuanya di Jember. Boleh pulang sebentar, tapi setelah itu kembali lagi ke Lawang.

Melihat Ucok dan Liezty sama-sama sendiri, Ismail bolak-balik 'menitipkan' Liezty kepada Ucok. Awalnya, Ucok mengaku tidak paham maksud ayahnya. Nah, sebelum menghembuskan napas terakhir, 1994, Ismail meminta agar semua anaknya berkumpul di Lawang. Saat itulah Ismail Harahap secara resmi menikahkan Liezty dan Ucok. 

‘’Ucok, wanita-wanitamu sangat banyak. Tapi, tolong, yang satu ini jaga dan rawat dia dengan baik karena dia wanita luar biasa,’’ ujar ayah Ucok, pemilik Apotek Kaliasin Surabaya yang terkenal pada era 1960-an dan 1970-an itu. Sejak itu, Liezty resmi menjadi istri Ucok AKA. Istilahnya, turun ranjang.

Ucok mengaku hubungannya dengan Liezty, yang juga mantan adik iparnya itu, ibarat kakak dan adik. Tak ada setrum cinta yang menggebu-gebu ala Yasmin Yuniarti Farida dulu. Meski begitu, bertepatan dengan perayaan Indonesia Emas, 1995, Liezty melahirkan anak Ucok. Namanya Emas Indonesia Putra.
Saat pemakaman almarhum Ucok AKA di Kebraon, Karangpilang, Surabaya, 3 November lalu, Liezty datang membawa serta Emas yang baru berusia 14 tahun.

Awalnya, teman-teman dekat maupun para wartawan musik mengira Liezty merupakan wanita spesial terakhir dalam hidup Ucok. Maklum, usia Ucok sudah mendekati 70 tahun dan hubungannya dengan Liezty sangat dekat. Mereka bahkan bisa hidup bersama selama 10 tahun lebih. Bandingkan dengan istri-istri sebelumnya yang hanya bertahan beberapa bulan.

Namun, Ucok tetaplah rocker sejati yang senang mengembara ke mana-mana. Ditinggalkannya kota Lawang yang sejuk dan pindah ke kaki Gunung Klotok di Kediri. Di sana dia mendirikan kafe dan menjadi guru musik untuk anak-anak muda. 

"Sebelum kafe berdiri, aku ternyata bertemu Endang Titik Rachmawati Agustina. Dia bersedia mengurus aku di masa tua ini," kenangnya. Maka, wanita paruh baya dari keluarga CB Band Kediri itu dinikahi secara siri pada 27 April 2007. 

Lagi-lagi, Endang ternyata bukan wanita terakhir. Setelah kafe itu bubar, karena sering dipersoalkan warga dan lawan bisnis, Ucok bersama Endang pindah lagi ke Surabaya. Mereka tinggal di rumah kakak Agus, teman setia Ucok selama di Gunung Klotok, di kawasan Pagesangan. Ucok pun membuka sekolah musik di situ.

Dari sinilah Ucok mengenal Sri Hartini, ibu kos, yang tak lain kakak kandung Agus. Ketika Ucok sakit, Sri mengantar pentolan AKA itu ke rumah sakit. Nah, di dalam mobil Sri, Ucok yang berusia 69 tahun melamar Sri Hartini menjadi istrinya. Mereka menikah secara resmi pada 14 Mei 2009. Endang Titik yang dari Kediri itu pun tersingkir.

Di saat-saat terakhir hidupnya, praktis Sri Hartinilah yang merawat Ucok dengan setia. Ketika diopname di RS Darmo sejak 20 November 2009 karena kanker

paru-paru stadium lanjut, Endang berada di samping Ucok. 

"Saya menikah dengan Bang Andalas (nama asli Ucok) sebagai bagian dari ibadah saya. Saya ikhlas tanpa pamrih. Sebagai istri yang sah, saya harus melayani Bang Andalas sampai akhir," kata Sri. (*)

Dimuat RADAR SURABAYA edisi 4-8 Desember 2009