Thursday, June 5, 2014

Bacaan Ringan "DUA PULUH LIMA MUSISI DAN GROUP PALING BERPENGARUH DI INDONESIA - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
1. Ahmad Dhani (26 Mei 1976)
Personal yang sangat kontroversi, pentolan Dewa ini selalu membuat pro-kontra. Bongkar pasang anggota band, eksperimentasi sound, hingga menulis lirik yang sering mengutip kata-kata mutiara dari tokoh terkenal. Tapi banyak juga yang memujinya, terutama dalam mengendus warna musik yang bakal ngetop.
Album Fenomenal : Dewa 19 (1992), Terbaik-terbaik (1997), Bintang Lima (2000).
Lagu Terbaik : Kangen, Kirana, Roman Picisan
Pengaruh : Reza, Tere.

2. A. Riyanto (23 Nopember 1943 – 17 Juni 1994)
Telah banyak lagu yang lahir dari tangan ayah dari Lisa A. Riyanto ini. Salah satu tonggak music pop Indonesia yang berhasil menghantar belasan penyanyi top era 70-80 an ke dapur rekaman antara lain: Tety Kadi (Teringat Selalu), Ernie Djohan (Teluk Bayur), Rafika Duri (Hati Tertusuk Duri), Jamal Mirdad adalah temuan terakhirnya yang diorbitkan lewat album Hati Seputih Salju.
Karya Fenomenal : Mimpi Sedih, Layu Sebelum Berkembang, Mawar Berduri.
Pengaruh : Tetty Kadi, Vivi Sumanti, Jamal Mirdad.

3. Benyamin S. (5 Maret 1939 – 5 September 1995)
Satu-satunya seniman music Betawi yang bisa diterima di semua kalangan. Totalitasnya membuat kesenian Gambang Kromong naik gengsi. Bang Ben panggilan akrabnya. Bukan Cuma piawai mengumbar lagu jenaka, tapi berakting di pita seluloid ia sangat jago. Puluhan karyanya kini bisa didengar di www.audiogalaxy.com.
Album Fenomenal : Kompor Mledug, Lampu Merah, Tukang Kredit.
Lagu Terbaik : Si Jampang, Ondel-Ondel, Nonton Cokek.
Pengaruh : Beib Benyamin, Naif, Harapan Jaya, Mandra, Doel Sumbang.

4. Chica Koeswoyo (1 Mei 1969)
Jauh sebelum Joshua “mengobok-obok” panggung rekaman anak-anak, generasi ketiga klan Koeswoyo ini adalah pionir yang membuka peluang penyanyi cilik sebagai primadona di tahun 70-an. Berkat kesuksesasnya (ingat, jaman itu hanya 1 televisi) hamper tak ada pemusik yang tak mengorbitkan anak-anaknya sebagai penyanyi. Pada jamannya, lirik lagu anak-anak terdengar sederhana dan gampang dihapal. Tidak sok tau kayak sekarang.
Album Fenomenal : Helly
Pengaruh : Sari Koeswoyo, Adi Bing Slamet dan penyanyi cilik sesudahnya.

5. Discus
Dengan aransemen musical yang warna-warni seperti ikan eksotis yang mengilhami nama grup ini, Discus adalah salah satu factor terpenting yang membuat komunitas prog-rock di Indonesia berdenyut, dan mulai dilirik di luar. Bahkan tokoh prog-rock Paul Whithead-desainer album Genesis era Peter Gabriel memuji setinggi langit headliner festival “ProgFest” di North Carolina (2000) serta “Baja Rock” di Meksiko (2001) ini. Frontman Discus, Iwan Hasan, adalah satu-satunya pemain gitar harpa 21 senar di tanah air.
Album Fenimenal : Discus 1st (1999)
Lagu Terbaik : Lamentation & Fantasia Gamelantronique, Contrasts, Anne
Pengaruh : Smesta, Pendulum

6. Ebiet G. Ade (21 April 1955)
Generasi sekarang mengenalnya sebagai penyanyi theme-song sinetron melodramatic seperti Aku Ingin Pulang, Camelia. Tapi sebenarnya peran penyanyi yang bernama asli Abdul Gafar Abdullah ini lebih jauh lagi: mengenalkan penulisan lirik yang nyes & kontemplatif. “Coba Kita Bertanya Pada Rumput Yang Bergoyang” misalnya, adalah ideom yang dipetik dari lagunya berjudul “Berita Kepada Kawan”.
Album Fenomenal : Camelia I (1979), Camelia II (1979)
Lagu Terbaik : Lagu Untuk Sebuah Nama, Berita Kepada Kawan.
Pengaruh : Jamal Mirdad, Katon Bagaskara.

7. Elfa Secioria (20 Februari 1959-8 Januari 2011)
Alam memberinya talenta, & Elfa menggosoknya dengan luar biasa hingga dijuluki jawara festival. Sejak membentuk Sonata 47 bareng Eddy Karamoy, Elfa adalah dunia latin dengan segala asesorisnya di Indonesia. Rumahnya penuh sesak oleh penghargaan yang disabet dari berbagai ajang domestic dan internasional. Bos EMS (Elfa’s Music School) juga merambah bisnis waralaba di sepuluh kota Indonesia.
Pengaruh : Indonesia 6, Yovie Widianto, Elfa’s Singer, Iwan Wiradz, Hentriessa Band, Sherina, Andien, Kahitna