Saturday, February 7, 2015

Bacaan Ringan "PERADABAN KEHIDUPAN MASYARAKAT KUNO ROMAWI - PART 4"

http://massandry.blogspot.com
3. Kekaisaran Romawi 27 SM-395
Seperti yang telah Anda pelajari melalui bagan sistem pemerintahaan Romawi pada uraian sebelumnya maka masa kekaisaran Romawi dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu. Masa pax Romana (Inperium Romawi) dari tahun 27 SM sampai dengan tahun 180 M dan sebelumnya, tahun 180-395 Kekaisaran Romawi mengalami masa Kemunduran. Pada masa Pax Romana, Imperium Romawi mengalami masa kejayaan yang diperintah oleh 16 orang kaisar mulai dari kaisar Oktavianus Agustus sampai Marcus Aurelius.

Apakah Anda mengetahui makna Pax Romana?

Pax Romana berarti perdamaian di bawah pemerintahan Romawi, maksudnya seluruh wilayah yang dikuasai oleh imperium Romawi tunduk di bawah pemerintah Romawi yang kuat. Sebagai perbandingan,Belanda selama menjajah Indonesia pernah memperaktekan istilah Pax Neer landica di Indonesia (Hindia Belanda) sejak awal abad XX.

Apakah Anda sudah pahami? Jika sudah, Bagus! Sekarang Anda dapat melanjutkan uraian berikutnya mengenai pemerintahan kaisar-kaisar Roma.

a. Octavianus Augustus (27 SM - 14 SM)
Setelah mengalahkan Antonius, Octavianus menjadi orang terkuat di Romawi.
Oleh senat ia diangkat menjadi kaisar yang pertama dan memperoleh beberapa gelar yaitu: Augustus artinya maha mulia, Imperator artinya panglima tertinggi, Pontifex Maximus artinya kepala agama bahkan kemudian dianggap sebagai dewa, Princep Civitas artinya warga kota yang utama. 
Kaisar Augustus memerintah secara diktator namun disegani oleh rakyatnya. 

Pada masa Pax Romana lahirlah Nabi Isa (Yesus Kristus) di Judea sebagai salah satu propinsi/daerah jajahan Romawi. Ajaran Kristen kemudian menyebar ke Roma dan pengaruhnya besar sekali terhadap peradaban Eropa. Pemerintahannya maju pesat sehingga disebut jaman keemasan Romawi. Kota Roma dibangun sangat megah, hubungan dagang yang luas bahkan sampai ke Cina melalui jalan sutera (silk road). Anda tentu masih ingat bahwa peradaban Eropa di bangun dari kebudayaan Yunani, Romawi dan agama Nasrani.

Dalam bidang pemerintahan ,tindakan kaisar Octavianus yang penting antara lain :
- mengadakan konsolidasi pemerintahan, 
- menghilangkan kekuasaan Senat, 
- membangun administrasi yang tersentralisasir dan efektif,
- peresmian lembaga adopsi (pengangkatan) sebagai pewaris kekayaan, dan
- memberikan subsidi bagi warga negara yang kawin secara syah.

b. Tiberius (14 - 37 ): merupakan anak tiri yang sekaligus menantu kaisar Augustus.
c. Caligula (37 - 41 ): dianggap kaisar kurang waras karena mengangkat kuda kesayangannya menjadi konsul.
d. Claudius (41-54): menempatkan Inggris dibawah pengawasan Romawi.Ia memperkenalkan adat istiadat kesusasteraan dan bahasa latin sehingga berpengaruh bagi kebudayaan Inggris.
e. Nero (54- 68): merupakan kaisar yang kejam. Ia tega membunuh ibunya, saudaranya, istrinya, bahkan gurunya yang bernama Seneca. Ia membakar kota Roma namun dituduhkan orang-orang kristen sebagai pelakunya sebagai alasan untuk menganiaya mereka.
f. Galba (68 - 69)
g. Otho (69)
h. Vittellius (69)
i. Vespasianus (69 - 79), merupakan kaisar yang membangun Colloseum.
j. Titus (79 - 81), ia diperintah oleh Vespasianus, ayahnya untuk menggempur Yerusalem dan mengusir bangsa Yahudi keluar dari negerinya. Pada masa pemerintahannya meletuslah Gunung Vesuvius yang menghancurkan kota Pompeii.
k. Domitianus (81 - 96), berhasil menguasai Inggris dan Scotlandia. Ia menuntut dirinya disembah sebagai dewa.
l. Nerva (96-98)
m. Trayanus (98 - 117). Imperium Romawi pada masa Trayanus memiliki wilayah terluas meliputi: sebelah barat adalah Laut Atlantik, sebelah timur adalah sungai Eufrat dan Laut Hitam, sebelah utara adalah sungai Donau dan sungai Rhein, sebelah selatan adalah Gurun Sahara dan Gurun Arabia.
n. Hadrianus (117 - 138). Merupakan kaisar yang membangun tembok (limes). Peninggalannya dapat ditemukan di Inggris dan Eropa Tengah antara sungai Rhein dan sungai Donau.
o. Antonius Pius (138 - 161)
p. Marcus Aurelius (161 - 180): merupakan kaisar yang mencintai ilmu pengetahuan, filsafat dan sastra.

Bagaimana para kaisar mampu memerintah atas wilayah imperium yang sangat luas itu? Hal itu dimungkinkan karena pemerintahan lebih bersifat federasi dari pada desentralisasi. Tiap-tiap negara boleh menyelenggarakan pemerintah sendiri dengan kewajiban: membayar pajak, membantu tenaga untuk berperang serta menyelenggarakan dan mengawasi upacara pemujaan kepada kaisar.

Sejak tahun 180 kekaisaran Romawi mengalami kemunduran. Kurang lebih 100 tahun Romawi diliputi oleh kekerasan dan perang saudara. Beberapa kaisar yang memerintah pada masa kemunduran ini antara lain: Diocletianus (284 - 305), merupakan kaisar yang kejam. Ia memerintahkan pembunuhan terhadap pengikut agama kristen. Mereka yang berhasil meloloskan diri membuat lubang perlindungan di gua-gua karang yang disebut Catacombe. Kaisar berikutnya adalah Konstantin yang Agung (324 - 337). Ia memindahkan ibukota Romawi dari Roma ke Bizantium (Konstantinopel) yang kini disebut Istambul. Pada tahun 313 Konstantin mengeluarkan Edic Milan yang berisi perintah menghentikan pengejaran terhadap umat kristen dan menetapkan agam kristen menjadi agama resmi negara: Kaisar Thedosius (378 - 395) menetapkan agama kristen sebagai agama negara. Ia membagi wilayah kekaisaran untuk kedua putranya: Kekaisaran Romawi Barat beribukota di Roma untuk Honorius, putra bungsunya dan putra sulung yang bernama Archadius berkuasa di Romawi Timur dengan ibukota Konstantinopel.

Setelah membaca uraian di atas, mungkin dalam hati Anda timbul pertanyaan: “Bagaimana keadaan kekaisaran Romawi Barat dan Timur setelah pembagian pada tahun 395 itu”? Tentukanlah jawabannya dengan membaca uraian di bawah ini.

Keadaan Romawi Barat mengalami kemunduran baik dalam bidang perdagangan maupun industri, akibatnya keuangan negara lemah, inflasi tidak tertahankan lagi dan nilai uang merosot. Para pedagang mengalihkan usahanya ke bidang pertanian, proses ekonomi berubah dari perekonomian uang ke rumah tangga perekonomian tertutup. Kota mundur dan keamanan tidak terjamin. Pada abad ke 5 yaitu tahun 476 Odoker menamakan dirinya raja Germania di Italia. Romawi Barat terpecah menjadi beberapa kerajaan yang diperintah oleh raja-raja Germania. Seperti Goth Timur, Goth Barat, Burgundia, Vandal, Lambordia dan Francia (Perancis, Belgia, Belanda, Jerman Barat).

Wilayah Romawi Timur meliputi: Semenanjung Balkan, Asia Kecil (sampai Armenia), Syiria sampai Eufrat dan Mesir. Setelah tahun 476 hubungan Romawi Barat dan Romawi Timur praktis putus. Romawi Timur dapat bertahan sampai tahun 1453 dengan melakukan perdagangan dan setiap serangan dari bangsa Barbar disikapi dengan memberi upeti. Pada tahun 1453 akhirnya Konstantinopel dikuasai oleh Sultan Muhammad II dari Turki. Kaisar Romawi Timur yang terkenal antara lain adalah Yustinianus.