Saturday, February 7, 2015

Bacaan Ringan "PERADABAN KEHIDUPAN MASYARAKAT KUNO ROMAWI TIMUR"

http://massandry.blogspot.com
Kekaisaran Romawi (Latin : IMPERIVM ROMANVM atau Imperium Romanum) adalah sebuah entitas politik yang pernah berkuasa di Italia saat ini dengan Roma sebagai pusat pemerintahannya. perlu waktu 500 tahun bagi pemerintah Romawi untuk meneguhkan kekuasaannya hingga melewati semenanjung Italia.[1]

Kerajaan Romawi didirikan pada tahun 753 sebelum masehi dengan ibu kota Roma. Pada bulan mei 30 M terjadi perpecahan kekuasaan menjadi dua, yakni Romawi barat (Roma) dan Romawi timur dengan ibu kota Konstatinopel dan Konstantinus Agung (Kaisar Konstantin) sebagai maharajanya. Kerajaan Romawi mangalami puncak kejayaan pada masa kekaisaran Yustianus I (527-565 M). 

Dalam proses memperluas kekuasaannya, Romawi berbenturan dengan Kartago (pemerintahan yang didirikan tahun 814 SM oleh bangsa Fenisia). Akibatnya, keduanya berperang dalam sebuah peperangan yang disebut Perang Punic (264-241 SM). Perang ini berakhir dengan direbutnya kota Kartago oleh Romawi pada tahun 146 SM, yang menandai permulaan dari dominasi pemerintahan Romawi di Eropa, yang terus berkuasa dengan kekuasaan tertinggi selama enam abad berikutnya.[2]

Kekaisaran Romawi Timur adalah istilah yang digunakan oleh sejarawan modern untuk menyebut bagian Kekaisaran Romawi yang didominasi penutur bahasa Yunani dan berpusat di Konstantinopel pada masa Antikuitas Akhir dan Abad Pertengahan dari negaranya yang lebih awal pada masa Klasik.[3] Negara ini disebut juga Kekaisaran Bizantium terutama dalam konteks Abad Pertengahan, sementara Romawi Timur biasanya digunakan dalam konteks terkait masa ketika Romawi masih dikelola dengan pusat politik timur dan barat yang terpisah. Penduduk dan negara-negara tetangganya menyebut kekaisaran ini sebagai Kekaisaran Romawi (bahasa Yunani: Βασιλεία Ῥωμαίων, Basileia Rhōmaiōn;[4] bahasa Latin: Imperium Romanum) atau Romania (Ῥωμανία).[5] 

Setelah Kekaisaran Romawi Barat mengalami perpecahan dan keruntuhan pada abad ke-5, bagian timurnya masih terus berkembang, bertahan hingga kira-kira seribu tahun lagi sampai akhirnya ditaklukan oleh Turki Utsmaniyah pada 1453. Selama sebagian besar masa keberadaannya, negara ini merupakan kekuatan ekonomi, budaya, dan militer yang paling berpengaruh di Eropa. 

Karena pembedaan antara Romawi dan Bizantium baru ada pada masa modern, sulit menetapkan tanggal pasti untuk peralihannya. Akan tetapi, ada beberapa peristiwa penting sejak abad ke-4 hingga ke-6 yang menandai periode peralihan ketika bagian barat dan timur Kekaisaran Romawi mengalami pemisahan. Antara tahun 324 dan 330, Kaisar Constantinus I (berkuasa 306–337) memindahkan ibukota utama dari Roma ke Bizantium, di sisi Eropa dari Bosporus. Bizantium diganti namanya diganti Konstantinopel ("Kota Konstantinus") atau disebut juga Nova Roma ("Roma Baru"). 

1. Agama 
Di bawah kaisar Theodosius II (berkuasa 379-395), Kristen menjadi agama negara resmi kekaisaran sedangkan agama lainnya seperti politeisme Romawi dilarang. Periode akhir peralihan dimulai pada akhir pemerintahan Kaisar Heraclius (berkuasa 610–641) ketika dia sepenuhnya mengubah kekaisaran dengan mereformasi pasukan dan pemerintahan dengan memperkenalkan sistem thema dan mengganti bahasa resmi kekaisaran dari bahasa Latin menjadi bahasa Yunani. 

Negeri-negeri yang berada di bawah kerajaan Romawi Timur pada umunya beragama Nasrani yang waktu itu terbagi menjadi beberapa aliran. Adapun yang termasyhur sebagai berikut: 

a. Aliran yaqibah, dianut Mesir, Habsyah, dan lain-lain yang beranggapan bahwa Nabi Isa a.s adalah Allah yang bersatu dalam diri Al-Masih. 
b. Aliran Nasathirah, dianut Musil, Iraq, dan Persia. 
c. Aliran mulkaniayah, dianut afrika utara, sicilia, syiria, dan spanyol. 

Adapun aliran Nasathirah dan Mulkiyanah beranggapan bahwa dalam diri Al-Masih memiliki dua tabiat, yakni tabiat ketuhanan dan tabiat kemanusiaan.[6]

Dari aliran-aliran tersebut, selalu menimbulkan perdebatan secara terus-menerus tentang keyakinan dan kepercayaan kepada Allah. Dilukiskan oleh Allah dalam Ayat-Nya QS. Al-Ma’idah :72-73:116 

2. Filsafat 
Kebudayaan Romawi pada hakikatnya adalah lanjutan dari kebudayaan Yunani. Yurji Zaidan membagi kebudayaan Romawi menjadi tujuh zaman sebagai berikut : 

a. Masa dongeng (mitologi) yakni zaman Yunani purba yang budayanya penuh dengan dongeng dan khurafat. 
b. Masa pahlawan (heroik) (900-700 SM). Pada zaman ini kebudayaan banyak menggambarkan tentang semangat kepahlawanan dengan syair yang sering didengungkan bernama Ilias dan Odyssa ciptaan Homerus. 
c. Masa Lyric (perasaa) (700-500 SM) Yakni kolonisasi Yunani yang berkuasa di daerah Timur Tengah dan Afrika utara 
d. Masa keemasan (500-323 SM). Pada masa ini sajak-sajak bermunculan seperti sajak tamsil, filsafat, khitabah dan sejarah. 
e. Masa Iskandary (323-146 SM). Pada masa ini pusat kebudayaan pindah dari Athena ke Iskandariyah (Alexandria) yang kemudian menjadi pusat ilmu pengetahuan. 
f. Masa Yunani-Romawi (142-550 M). Pada masa ini daearah wilayah Yunani telah jatuh ke tangan kekuaasaan Romawi dan kemudian jatuhlah kerajaan Yunani, akan tetapi orang-orang Kristen mengubahnya dan sebagainya dan memasukkan wilayah Yunani ke wilayah Romawi Timur. 
g. Masa Byzantium (550-1453 M) yaitu zamannya kegemilangan pusat Romawi Timur (Konstantinopel), dimana menjadi pusat kebudayaan dan peradaban Yunani.[7]

3. Bahasa dan Kesenian. 
Dalam wilayah kerajaan Romawi Timur ada tiga bahasa yang digunakan, yakni Bahasa Latin, Yunani dan Suryani. Kesenian dan kesusastraan Byzantium timbul kira-kira pada abad kelima dalam kemaharajaan Romawi Timur. Kesenian Romawi berkembang di Rusia, Balkan bahkan sampai di Italia. Dan juga banyak didirikan patung-patung dan gereja-gereja. Salah satu gereja yang terkenal adalah gereja Ayu Sophia. Selain itu juga banyak kegiatan seni lainnya seperti seni lukis, pahat, bahasa dan suara maupun filsafat dan semuanya berjiwa dan semangat gereja. 

"Kekaisaran Romawi Timur bisa didefinisikan sebagai kekaisaran multi-etnis yang muncul sebagai kekaisaran Kristen, yang kemudian segera terdiri dari kekaisaran Timur yang sudah di-Helenisasi dan mengakhiri sejarah ribuan tahunnya, pada 1453, sebagai Negara Ortodoks Yunani: Sebuah kerajaan yang menjadi negara, hampir dengan arti modern kata tersebut". 

Dalam abad-abad setelah penjajahan Arab dan Langobardi pada abad ke-7, sifat multi-etnisnya (meski bukan multi-bangsa) tetap ada meskipun bagian-bagiannya, Balkan dan Asia Kecil, mempunyai populasi Yunani yang besar. Etnis minoritas dan komunitas besar beragama lain (misalnya bangsa Armenia) tinggal dekat perbatasan. Rakyat Romawi Timur menganggap diri mereka adalah seorang Ρωμαίοι (Rhomaioi - Romawi) yang telah menjadi sinonim bagi seorang Έλλην (Hellene - Yunani), dan secara giat mengembangkan kesadaran diri sebagai negara, sebagai penduduk Ρωμανία (Romania, yang merupakan panggilan bagi Negara Romawi Timur dan dunianya). Hal ini secara jelas tampil dalam karya sastra pada periode tersebut, terutamanya dalam wiracarita seperti Digenes Akrites.[8]

Peleburan resmi negara Romawi Timur pada abad ke-15 tidak secara langsung menghancurkan masyarakat Romawi Timur. Pada masa pendudukan Turki, orang-orang Yunani terus memanggil diri mereka sebagai Ρωμαίοι (bangsa Romawi) dan Έλληνες (bangsa Yunani), sebuah ciri-ciri yang tetap ada hingga awal abad ke-21 dan masih ada di Yunani modern kini, meski “Romawi” telah menjadi nama “rakyat” daripada sinonim bangsa seperti zaman dulu.[9]

Demikian akhirnya pemaparan mengenai peradaban bangsa Romawi timur di atas. Semoga dengan sejarah tersebut bisa menyadarkan kita akan pentingnya makna-makna yang terkandung dari setiap langka perjalanan sejarah itu sendiri. 


http://www.Wikipedia.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Romawi_Timur

[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Kekaisaran_Romawi 
[2] Ibid,. 
[3] Millar, 2006, hlm. 2, 15; James 2010, hlm. 5: "But from the start, there were two major differences between the Roman and Byzantine empires: Byzantium was for much of its life a Greek speaking empire oriented towards Greek, not Latin culture; and it was a Christian empire." “Tapi dari awal, di sana adalah dua perbedaan utama di antara Romawi dan Kerajaan Byzantine: Kota yunani kuno adalah hidupnya yang satu bahasa kekaisaran Yunani yang diorientasikan terhadap Yunani, bukan budaya Latin; dan ini adalah satu kekaisaran Kristen” 
[4] Kazhdan & Epstein 1985, hlm. 1. 
[5] Millar 2006, pp. 2, 15; James 2010, p. 5; Freeman 1999, pp. 431, 435–437, 459–462; Baynes & Moss 1948, p. xx; Ostrogorsky 1969, p. 27; Kaldellis 2007, pp. 2–3; Kazhdan & Constable 1982, p. 12; Norwich 1998, p. 383. 
[6] Samsul Munis A. sejarah peradaban Islam, (Jakarta: Amzah, 2010), hlm 48-49 
[7] A. Hasjmy, sejarah kebudayaan Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1984), hlm. 12. 
[8] Op.cit,.
- See more at: http://nasrulwebsite.blogspot.com/2014/04/peradaban-romawi-timur.html#sthash.GR8ojTdZ.dpuf