Monday, February 9, 2015

Bacaan Ringan "SEJARAH KEKAISARAN ROMAWI TIMUR - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Oleh :  Anto L Prayoga
Pendahuluan
“Kekaisaran Romawi Timur” atau “Kekaisaran Bizantium” merupakan wilayah timur dari kekaisaran Romawi yang mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Yunani. Pada abad kuno dan  abad pertengahan, penduduk dan tetangga-tetangga kekaisaran romawi timur ini masih menyebutnya nama “Kekaisaran Romawi” (Latin : Imperium Romanum)[1]. Pusat kekaisaran ini berada di Konstantinopel, dan dikuasai oleh kaisar-kaisar yang merupakan pengganti kaisar Romawi Kuno, setelah runtuhnya kekaisaran Romawi Barat. 

Tidak ada yang menjelaskan secara pasti memang tentang kapan awal periode dari Romawi Timur ini. Beberapa orang ada yang mengatakan masa kekuasaan Diokletianus (284-305 M) alasannya karena reformasi-reformasi pemerintahan yang ia kenalkan, dengan membagi kerajaan tersebut menjadi Pars Orientis dan Pars Occidentis.[2] Pihak lainnya menyebutkan pada masa kekuasaan Theodosius I (379-395 M), atau setelah kematiannya pada tahun 395 M, saat kekaisaran terpecah menjadi bagian Barat dan bagian Timur. Dan ada juga yang menyebut tahun 476 M, ketika Romawi dijajah untuk ketiga kalinya dalam seabad yang menandakan jatuhnya Kekaisaran bagian Barat (Latin) dan mengakibatkan Kekaisaran bagian Timur (Yunani) mendapatkan kekuasaan tunggal.[3]  Bagaimanapun juga, titik penting dalam sejarah Romawi Timur adalah ketika Konstantinus yang Agung memindahkan ibukota dari Nikomedia (di Anatolia) ke Byzantium (yang akan menjadi Konstantinopel) pada tahun 330 M.

Negeri ini berdiri selama lebih dari ribuan tahun. Dan selama keberadaannya, Romawi Timur mempunyai kekuatan ekonomi, budaya dan militer yang kuat di Eropa, meskipun terus mengalami kemunduran, terutama pada masa Peperangan Romawi-Persia dan Romawi Timur-Arab.[4] Akan tetapi, kekaisaran ini dibangun kembali pada Dinasti Makedonia, dan Byzantium kembali bangkit sebagai kekuatan besar di Mediterania Timur pada akhir abad ke-10, dan mampu menyaingi Kekhalifahan Fatimiyah.

Setelah tahun 1071, sebagian besar Anatolia direbut oleh Turki Seljuk. Restorasi Komnenos berhasil memperkuat dominasi pada abad ke-12 M, tetapi setelah kematian Komnenos Andronikos I dan berakhirnya Dinasti Komnenos pada akhir abad ke 12 M, kekaisaran Byzantium mengalami kemunduran kembali. Byzantium semakin terguncang pada masa Perang Salib ke-4 pada tahun 1204 M, ketika kekaisaran ini dibubarkan secara paksa dan dipisah menjadi kerajaan-kerajaan Yunani dan Latin yang salling berseteru.[5] 

Kekaisaran berhasil didirikan kembali pada tahun 1261 di bawah pimpinan kaisar-kaisar Palaiologos, tetapi perang saudara pada abad ke-14 terus melemahkan kekuatan kekaisaran. Sisa wilayahnya dicaplok oleh Ottoman Empire dalam Ottoman-Byzantine. Akhirnya, Konstantinopel berhasil direbut oleh Turki pada tanggal 29 Mei 1453, serangan tersebut menewaskan Kaisar Konstantinos XI Palaiologos sehingga berakhirlah Kekaisaran Byzantium.[6]    

Para Elit Romawi Timur (Byzantium) ketika Perang melawan Ottoman Empire, dari Kiri ke kanan : Kaisar Konstantinos XI Palaiologos, Johaness Grant (Insinyur Sewaan dari German), Giovanni Giustinianni (Ksatria Salib dari Italia),& Loukas Notoras (Perdana Menteri Byzantium)

Jati Diri
Sebenarnya Kekaisaran Romawi Timur/Byzantium bisa didefinisikan sebagai kekaisaran multi-etnis yang muncul sebagai kekaisaran Kristen. Karena, dalam abad-abad setelah penjajahan bangsa Arab dan Germanic pada abad ke-7, sifat multi-etnisnya (meski bukan multi-bangsa) tetap ada meskipun sebagaian di Balkan dan Anatolia mempunyai populasi orang-orang Yunani yang besar. Etnis minoritas dan mayoritas yang beragama lain (misalnya Bangsa Armenia) tinggal di dekat perbatasan. Rakyat Romawi Timur menganggap diri mereka adalah seorang (Rhomaioi – Romawi) yang telah menjadi satu kesamaan dengan orang (Hellene – Yunani).[7]

Pada abad ke-15 Romawi Timur resmi melebur, hal ini tidak serta merta menghancurkan masyarakat Romawi Timur yang multi-etnis secara langsung.[8] Pada masa pendudukan Turki, orang-orang Yunani terus memanggil diri mereka sebagai bangsa Romawi dan bangsa Yunani, sebuah cirri-ciri yang tetap ada sampai sekarang ini di Yunani modern kini, meski Romawi telah menjadi nama rakyat dari pada sebuah bangsa seperti zaman dahulu.


Letak Geografis Romawi
Romawi terletak di Semenanjung Alpenina (sekarang Italia). Batas – batasnya adalah :
Di utara adalah Pegunungan Alpen,
Di timur adalah Laut Adriatik dan Laut Ionia,
Di selatan adalah Laut Sicilia,
Dan di barat adalah Laut Tirenia serta Laut Liguri.

Dari segi geografis, Romawi merupakan daerah yang sangat strategi berada di kawasan laut tengah, yang memungkinkan lahirnya perdagangan di daerah ini, saat akan berdagang mereka menggunakan peta yang di gambarkan di gulungan kertas.[9] Lembah pegunungan Apenina merupakan lahan subur dan dan cocok dijadikan sebagai lahan pertanian.[10]  Oleh karena itu, Bangsa Romawi hidup dari bercocok tanam menghasilkan gandum, jagung, anggur, dll. Bukan hanya itu, di pegunungan Alpenina juga ditemukan berbagai tambang mineral. Dan karena letak Romawi di kelilingi Lautan dan gunung ini juga berguna untuk menghindari serbuan dari bangsa lain.

Peradaban Romawi Kuno Banyak mendapat pengaruh dari Yunani Kuno baik dalam bidang seni, sastra, filsafat, maupun budaya.

Sistem Kepercayaan
Ketika kerajaan Romawi berdiri, kepercayaan masyarakat masih bersifat animisme. 

Bangsa Romawi memuja beberapa roh seperti: 
Vesta yaitu roh pengurus api tungku 
Lares yaitu roh penjaga rumah tangga dan batas ladang keluarga
Penates yaitu roh penjaga lumbung 

Peradaban Romawi juga mendapat pengaruh besar dari peradaban Yunani termasuk kepercayaan yang bersifat Polytheisme. Bangsa Romawi juga menyembah dewa-dewa bangsa Yunani namun namanya disesuaikan dengan nama-nama Romawi.[11]

Setelah lahirnya agama kristen, ditanah Judea yang merupakan wilayah kekaisaran Romawi maka agama baru ini mulai berkembang bahkan sampai Roma yang pada saat itu sebagai pusat pemerintahan. Penyebaran dilakukan ke arah barat oleh Petrus dan Paulus. Penganut agama kristen semakin banyak terutama dari golongan budak (kaum tertindas). 

Para kaisar Romawi lalu memerintahkan pasukannya untuk menindas penganut agama kristen Karena ajaran agama kristen dapat menggoyahkan sendi-sendi kekuasaan kaisar. Sebab Ajarannya tersebut: 

Bersifat monotheisme sedangkan agama Romawi bersifat polytheisme, 
Menolak pendewaan kaisar,
Menolak perbudakan, dan 
Menolak wajib militer dan berperang.

Pada masa Kaisar Nero berkuasa, Ia tega membunuh ibunya sendiri, istrinya juga gurunya dan membakar kota Roma serta menuduh bahwa orang kristenlah yang melakukan perbuatan itu sebagai alasan untuk menganiaya mereka.[12]

Berkaitan dengan kepercayaan itu berkembanglah bangunan pemujaan terhadap dewa-dewi seperti gedung Pantheon yaitu rumah dewa bagi bangsa Romawi. Setelah agama kristen ditetapkan sebagai agama negara maka Roma kemudian menjadi pusat agama Roma Katolik dengan pemimpinnya yang disebut Paus serta dibangun gereja yang megah dikenal sebagai gereja Santo Petrus.

Mitologi Romawi
Mitologi Romawi adalah kumpulan legenda Romawi tentang dewa-dewi Romawi yang berawal dan tersebar melalui tradisi lisan. Mitologi ini memiliki persamaan dengan mitologi Yunani, terutama mengenai mitologi tentang para dewa. Berikut nama-namanya:

1. Hercules, mungkin ia salah satu tokoh yang paling kita kenal setelah Zeus dan Neptunus. Dalam mitologi Yunani dia dikenal sebagai Herakles.
2. Pluto adalah dewa dunia bawah. Dalam mitologi Yunani dia disebut Hades.
3. Jupiter atau Jove adalah raja para dewa, ia adalah dewa langit dan petir. Dalam mitologi Yunani dia dikenal sebagai Zeus. Ia dipanggil Iuppiter (atau Diespiter) Optimus Maximus (Dewa Terbaik dan Terbesar).
4. Venus adalah salah satu yang terkenal dalam sejarah mitologi Romawi. Dewi ini diasosiasikan dengan cinta dan kecantikan, identik dengan Aphrodite dan Etruscan deity Turan dari mitologi Yunani.
5. Mars adalah dewa perang, putra dari Juno dan Jupiter,suami Bellona, dan kekasih Venus. Dia adalah dewa militer yang utama dan disembah oleh legiun Romawi. Dalam mitologi Yunani, Mars dikenal dengan nama Hermes.
6. Neptunus (bahasa Latin: Neptūnus) adalah dewa air dan laut pada mitologi Romawi, saudara kandung Yupiter dan Pluto. Ia serupa, tetapi tidak sama dengan dewa Poseidon dari Mitologi Yunani.

Pemerintahan, Militer dan Hukum
Dalam system pemerintahan, Sebenarnya ada tiga system pemerintahan Romawi dari zaman ke zaman, yaitu:
1. Zaman Kerajaan (750-510 SM) yaitu Zaman ketika seorang raja didampingi oleh senate (wakil dari para suku di sekitar Roma)
2. Zaman Republik (510-31 SM) yaitu Zaman Ketika Roma tumbuh dari negara kota kecil menjadi republik yang luas.
3. Zaman Kekaisaran (31 SM-476 M) yaitu Zaman Berkuasanya monarki.[13]

Dalam bidang militer, Bangsa Romawi mampu mengorganisir kekuatan militernya dengan rapi. Istilah-istilah yang digunakan itu masih dikenal dalam dunia militer hingga sekarang misalnya legiun, devisi, kavaleri, infantri dan lain-lain. Semangat bela negara yang disebut patria protesta ditanamkan sedini mungklin terhadap warga negaranya. Istilah tersebut berkembang menjadi kata patriot yang sekarang kita kenal di Indonesia. 

Di bidang hukum, bangsa Romawi memberikan sumbangan yang besar dalam menegakkan keadilan. Konsep bahwa semua orang sama di depan hukum serta adanya asas praduga tak bersalah telah dikembangkan pada hukum Romawi kuno. Hukum Romawi berkembang melalui proses sejarah yang panjang sejak pertengahan abad 5 SM sampai lahirnya kitab hukum masa kaisar Yustinianus abad 6 masehi. Kaisar Yustinianus mengkodifikasikan (membukukan) hukum-hukum Romawi dari kaisar-kaisar yang memerintah sebelumnya. Kodifikasi hukum itu disebut Corpus Yuris atau Codex Yustinianus. Codex berisi kumpulan hukum dasar atau konstitusi sejak jaman Theodosius. Selain Codex ada Pandect yaitu kumpulan pendapat para ahli hukum. Codex Yustinianus dijadikan dasar penyusunan Codex Napoleon yang dikembangkan lebih lanjut menjadi hukum modern hingga sekarang.[14]