Saturday, February 7, 2015

Bacaan Ringan "POLITIK PERANG KEKAISARAN ROMAWI MENGHARAMKAN PERANG GERILYA - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Kebesaran Romawi
Romawi. Ketika kata itu tersebut, pikiran kita sebagai orang Indonesia akan terasosiasi pada tentara, kerajaan, nama desa di semenanjung Italia yang berubah menjadi imperium, pemerintahan atau ketatanegaraan, angka, huruf dan bahasa (Latin), hukum, seni, budaya, filosofi, agama, mitologi, kalender, arsitektur, teknologi, lentera badai. Bahasa latin masih digunakan sebagai bahasa obat, hukum, diplomasi (traktat), intelektual, dan pendidikan tinggi. Misa dalam bahasa Latin masih digunakan sampai tahun 1969. Semasa kejayaan Kekaisaran Romawi Kuno, latinisasi membuatnya sebagai lingua franca di banyak negara, khususnya di barat Eropa. Pada masa kejayaan Kekaisaran Romawi Timur, hellenisasi membuat bahasa Yunani menjadi lingua franca di timur Eropa. Pada masa kejayaan Islam, angka Romawi digantikan angka Arab.

Kerajaan Romawi sendiri terbagi atas 3 periode, yakni Kerajaan Romawi Kuno (Ancient Rome, Kerajaan Romawi Barat, 21 April 753 SM sampai tahun 476 Masehi), Kerajaan Bizantium (Byzantine, Kerajaan Romawi Timur, 395-1453), dan Kerajaan Roma Suci (Holy Roman Empire, 900-1806).

Pada mulanya Kerajaan Romawi merupakan negara kerajaan yang mendaulatkan raja (teokrasi) selama periode 753-509 SM. Bentuk pemerintahan berubah menjadi republik selama periode 509-44 SM. Transformasi bentuk negara Romawi menjadi negara otokrasi dimulai ketika Julius Caesar ditunjuk menjadi diktator seumur hidup di tahun 44 SM. Kekaisaran (imperium) Romawi dimulai ketika Octavianus diberi gelar Horrific Augustus per 4 Januari 27 SM.

Kekaisaran Romawi mulai mengalami perpecahan ketika Diolectian membagi wilayah kekuasaannya menjadi 4, Tetrarchy, rule of four, rulership by four. Desentralisasi kekuasaan terbagi atas Nicomedia, Mediolanum, Antioch, dan Trier. Birokratisasi, penguatan militer, perluasan wilayah kekuasaan, dan proyek-proyek konstruksi bersumber dari reformasi perpajakan yang berstandar kekaisaran, adil (equitable), dan retribusi yang tinggi. Diolectian merupakan Kaisar Romawi yang berkuasa semasa 284-305 dengan nama panjang Gaius Aurelius Valerius Diocletianus (c. 22 Des. 244 – 3 Des. 311). Diolectian juga dinobatkan sebagai kaisar pertama yang mau turun tahta dengan sukarela dan mangkat secara alami.

Tetrarki hanya berjalan semasa Diolectian berkuasa. Begitu Diolectian lengser, Kekaisaran Romawi mengalami perang saudara. Perang saudara berakhir ketika Christian Constantine berhasil mengalahkan Licinius di tahun 324. Warisan Diolectian yang lain adalah transformasi ritual atau seremonial di pengadilan yang menjadi lebih mewah. Koin perak yang stabil dinyatakan tidak berlaku, kecuali emas solidus. Di masa Constantine, agama kristen mulai ditoleransi, disukai, dan akhirnya menjadi agama resmi. Reformasi administrasi dan sistem perpajakan Diolectian juga berakhir dengan modifikasi. Reformasi ini kembali dilakukan seiring kebangkitan Kaum Muslim di tahun 630-an.

Perpecahan terakhir Kekaisaran Romawi terjadi tidak lama setelah kematian Theodosius I di tahun 395, yakni berupa terbelahnya kekuasaan Kekaisaran Romawi atas wilayah barat dan timur. Arcadius berkuasa di timur dan Honorius berkuasa di barat. Di Afrika, Romawi berkuasa di pantai utara Afrika, mulai dari Maroko sampai Mesir. Di Asia, Romawi berkuasa di wilayah yang sekarang bernama Yordania, Syiria, dan Turki. Di Eropa, Romawi berkuasa dari Romania di Timur ke Italia, sampai Spanyol dan Portugis; di Utara, dari Perancis ke Belanda, sampai Inggris selatan, tidak termasuk wilayah Skotlandia.

Prefecture (provinsi) Gaul dan Italy ada di Kekaisaran Romawi Barat; dan prefektur Timur dan Illyricum ada di Kekaisaran Romawi Timur. Provinsi Gaul terbagi atas 3 diocese (administrasi, setingkat kabupaten), yakni kabupaten Gaul, Spanyol, dan Inggris. Kabupaten Gaul mencakup Perancis di selatan sampai ke Belanda di utara. Provinsi Italy terbagi atas 3 kabupaten, yakni kabupaten Italy, kota Roma, dan Afrika (dari Maroko di barat sampai Libya bagian barat di timur). Illyricum, yang terdiri dari kabupaten Macedonia dan Dacia, merupakan nama lain dari semenanjung Balkan, mulai dari Yunani di selatan sampai Yugoslavia bagian timur di utara. Provinsi Timur terdiri dari kabupaten Timur (bagian utara jazirah Arab), Mesir (termasuk sebagian Libya bagian timur), Terace (Bulgaria), Asia dan Pontus (Turki).

Kekaisaran Romawi Barat, 395-476
Kekaisaran Romawi Barat tidak berlangsung lama dan runtuh menyusul dilengserkannya Romulus Augustus oleh Odoacer per 4 September 476. Odoacer adalah Jenderal keturunan Jerman yang menjadi Raja Italy. Keberadaannya menandakan sebagai akhir Kekaisaran Romawi klasik di Eropa Barat dan sebagai awal Abad Pertengahan. Penduduk yang jarang serta kurangnya pembangunan ekonomi (less urbanised) merupakan salah satu faktor penyebabnya. Secara militer, kekuasaan Kekaisaran Romawi terpecah dan dipercayakan kepada unit-unit foederati. Foederati diartikan sebagai orang, sekutu, tentara cadangan yang siap bertempur ketika diperlukan. Suku-suku Jerman merupakan lawan tangguh Romawi di barat. Parthia merupakan lawan tangguh Romawi di timur.

Kekaisaran Romawi Timur mencoba menyatukan kembali wilayah Kekaisaran Romawi Barat sampai awal abad pertengahan (mulai dari Late Antiquity, selama abad ke-2 dan ke-8, antara Classical Antiquity sampai Abad Pertengahan, krisis abad ke-3 Kekaisaran Romawi sampai reorganisasi Kekaisaran Romawi Timur dipimpin Heraclius dan keyayaan Islam pada pertengahan abad ke-7). Upaya tersukses dilakukan Belisarius dan Narses dibawah Justinian I, Kaisar Romawi Timur 533-554. Wilayah yang dimaksud meliputi Carthage di Afrika Utara, semenanjung Iberia, dan Italia. Suku Lombard, Jerman, berhasil merebut Italia tahun 568, 3 tahun setelah kematian Justinian.