Monday, February 9, 2015

Bacaan Ringan "PERADABAN SEBELUM ISLAM - PERADABAN ROMAWI - VISIOGOTHIC DAN ISLAM - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Dalam dunia Islam berlaku satu peradaban yang berbeda dengan peradaban-peradaban yang terdahulu di wilayah Persia dan Romawi. Suatu peradaban yang berbeda dengan peradaban Arab yang mendominasi Jazirah Arab pada masa ekspansi. Itulah peradaban Islam yang jiwa dan sendi-sendinya disarikan dari Islam serta diserap dari keunggulan-keunggulan peradaban dunia yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

Dunia lebih mendapatkan manfaat dari peradaban Islam dibandingkan peradaban dua negara adikuasa sebelumnya, Yunani dan Romawi. Peradaban Yunani lebih banyak memusatkan perhatian kepada pemikiran dan filsafat serta tidak banyak memperhatikan kebutuhan masyarakat dan kehidpan individu. Lain halnya dengan peradaban Islam selain memotivasi kepada pemikiran dan filsafat, ujuga sangat memperhatikan aspek-aspek kehidupan individu dan masyarakat serta bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan dunia dan akhirat.

Oleh sebab itu ekspansi Islam berbeda dengan ekspansi yang dilakukan Romawi dan Mongol yang sama sekali tidak memperhatikan nilai peradaban yang tinggi, bahkan sebaliknya, bangsa Mongol telah merusak dan membinasakan peradaban yang telah ada. Sedangkan ekspansi Islam membawa risalah peradaban yang mengajak pada perdamaian, kesejahteraan dan ketenangan dalam kehidupan.
Andalusia mrupakan mata rantai pertama dan terpenting tempat terjadinya kontak antara orang-orang Arab Islam dengan orang-orang Kristen Eropa pada tahun 711 M. Andalusia yang kini merupakan bagian provinsi dari negara Spanyol sekaligus wilayah Eropa pertama yang mampu dikuasai oleh umat Islam. Sejak pertama kali menapakkan kaki di daratan Eropa, sejarah mencatat masyarakat muslim di Spanyol bergerak naik turun antara kekuatan dan kelemahan, antara ekspansi dan penolakan diri.

Lebih jauh kemudian, Andalusia atau Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) sendiri merupakan jembatan penghubung yang mentransmisikan peradaban Islam ke wilayah Eropa lainnya hingga benua Amerika. Bahkan sebelum Spanyol mampu merebut kembali (reconquista) wilayah mereka dari kaum muslimin dan mengusir penduduk muslim dari wilayah tersebut. Hal ini tak dapat dipungkiri mengingat Spanyol dan Portugal merupakan negara Eropa pertama yang melakukan perjalanan penting di luar wilayahnya pada abad ke-16. Beberapa tahun setelah mereka dapat mengusir umat Islam dari Semenanjung Iberia.

Setelah itu, lahirlah sebuah babak baru dalam lembaran sejarah manusia ketika ratusan ribu bangsa Eropa menaklukkan bangsa-bangsa lainnya di belahan bumi, dari ujung benua Afrika, benua Amerika hingga Asia. Islam di Spanyol juga menjadi peretas kejayaan Eropa hingga berabad-abad lamanya ketika Benua Biru ini mencapai zaman aufklarung dan masa renaissance hingga revolusi industri sebagai penanda era modern.

Spanyol Pra-Islam
Semenanjung Iberia  di benua Eropa barat daya, berbatasan di sebelah timur dan tenggara timur dan tenggara adalah Laut Tengah, di selatan Benua Afrika yang terhalang oleh Selat Gibraltar, di barat Samudera Atlantik dan di utara oleh Teluk Biscy. Pegunungan Pyrenia di timur laut membatasi dengan Prancis. Orang Yunanilah yang memberi nama Iberia untuk Semenanjung tempat Negara Modern Spanyol & Portugal , diambil dari nama sungai Ibre (Ebro). Orang orang Yunani mendirikan Koloni dagangnya di Wilayah Timur Laut Spanyol, tepatnya di Emporion (sekarang Kota Empurias yang terletak di Perbatasan Prancis).  Pada abad ke-6 SM, orang orang Punisia tiba di Iberia, dan mendirikan Koloni di Spanyol Selatan yang dinamai “Cartago Nova” (sekarang Kota Cartagena). Bagi Punisia, Iberia adalah wilayah penting sebagai pemasok Prajurit bagi Punisia dalam Perang, juga tambang Perak.

1. Roman Hispania (218 BC–400 CE)
Setelah Romawi mengusir orang orang Punisia dari Iberia  pada abad yang kedua mereka menamainya dengan “Hispania” yang berasal dari  bahasa Punisia Kuno span,artinya “Tersembunyi” (Hidden) , mungkin mengindikasikan betapa jauhnya wilayah tersebut..[1]

Dibawah kekuasaan Romawi. Wilayah ini dibagi menjadi  Hispania Citerior dan Hispania Ulterior. Bahasa Latin menjadi Bahasa Resmi Hispania, berbagai Infrastruktur seperti Amphiteater,Stadion,Kuil,Aquaduk,Pemandian Umum,dsb dibangun dengan baik. Hispania menjadi salah satu tulang punggung Ekonomi Romawi dengan hasil buminya seperti Minyak Zaitun & anggur belum lagi dari sector pertambangan seperti perak,emas,besi dan tembaga[2]

2. Gothic Hispania (409-711 CE) 
Pada januari 409 M, Ketika Romawi melemah suku suku Germanic seperti Ostrogothic,Vandal & Suevi menyebrangi sungai Rhine, yang ketika itu sedang membeku, dan masuk ke Kekaisaran Romawi, Peristiwa ini disebut Periode Migrasi (Völkerwanderung)[3]. Tidak ada pasukan Romawi yang menghentikan mereka, sehingga mereka begitu bebas menjarah segala yang mereka temukan. Mereka datang dalam keadaan lengkap, terdiri atas pria, wanita, dan anak-anak. Ini berarti bahwa mereka datang untuk bermukim. Suku Vandal, dibawah pimpinan Geiseric adalah yang pertama mengacak-ngacak Roma[4]. Mereka kemudian mengambil alih bagian selatan Spanyol pada 411 M.

Suku Visigoth yang berasal dari Sungai Vistula, tiba di wilayah itu pada 412 M, sebelumnya mereka telah masuk agama Kristen Arian pada 360 Masehi oleh Pendeta bernama Wulfilla[5]. Dibawah Pimpinan Alaric,mereka  mendirikan kerajaan Visigoth dari Toulouse (di selatan Prancis modern) dan secara bertahap memperluas pengaruh mereka ke semenanjung Iberia dengan mengusir kaum Vandal, yang pindah ke Afrika Utara tanpa meninggalkan jejak peradaban sedikitpun[6], kecuali asal usul nama Andalusia yang digunakan Umat Muslim.[7]

Pada tahun 509 M Suku Frank yang telah menguasai Prancis utara, berupaya untuk menerobos ke Mediterania di bawah pimpinan Raja mereka, Clovis. Setelah pertempuran besar di Vouill√©, suku Franka menang, dan suku Visigoth kalah, dan raja mereka juga terbunuh. Suku Frank merebut sebagian besar Prancis sehingga Kerajaan Visigoth memindahkan  Ibukotanya ke  Toledo.

Kaisar Byzantium, Justinian Agung, berkeinginan mengembalikan Kejayaan Romawi.Justinianus mengirimkan pasukan untuk ikut campur dalam Konflik internal Visigothic antara Agila & Athanagild. Akan tetapi ketika Athanagild berterima kasih kepada pasukan Romawi dan mengatakan bahwa mereka boleh pulang, pasukan Romawi punya rencana lain, mereka menduduki Pesisir Selatan Spanyol dan mendirikan Provinsi yang bernama “Byzantine Spania” . Selama sekitar tujuh puluh tahun berikutnya, suku Visigoth berjuang untuk mengusir Romawi dari Spanyol.[8]

Pada tahun 600 M suku Visigoth adalah satu-satunya kelompok penganut Arian di Mediterania dan pada akhirnya mereka pun berpindah menjadi penganut Katolik, di bawah raja mereka Rekkared.

Di bawah Kekuasaan Visigoth, sama sekali tidak mempengaruhi perkembangan Bahasa Latin. Bahasa latin tetap dipakai dan malah Bahasa Gothic sama sekali tak berbekas di Semenanjung Iberia.
Dari segi, pembangunan ekonomi pun, sejumlah Insfrastruktur buatan Romawi seperti Pemandian,Toilet Umum,Stadion,dan lainnya ikut terbengkalai.[9] Karena orang orang Gothic tidak menguasai Teknologi untuk merawat apalagi memperbarui fasilitas umum pada masa Romawi tersebut. Baru pada masa Islam lah, Infrastruktur-infrastruktur tersebut diperbarui kembali.[10]

Situasi diperburuk, dengan konflik internal antara Raja Roderick dengan keluarga dan Pejabatnya,ditambah pula dengan tentara yang kebanyakan adalah budak, sudah pasti mereka tidak sepenuhnya loyal pada Raja, hal itu memicu keruntuhan Kerajaan Vishigothic di tangan pasukan Muslim pada 711 M.