Saturday, February 7, 2015

Bacaan Ringan "POLITIK PERANG KEKAISARAN ROMAWI MENGHARAMKAN PERANG GERILYA - PART 5"

http://massandry.blogspot.com
Legiun IX
Legiun IX dikenal dengan nama Ninth Hispanic Legion atau Legio nona Hispana. Bersama Legiun VI, VII, dan VIII, Legiun IX dibentuk Pompey di Spanyol pada tahun 65 SM. Julius Caesar yang menjadi Gubernur Spanyol merupakan komandan pertama Legiun IX di tahun 61 SM. Legiun IX setia menemani Caesar memenangi Perang Gallic (58-51 SM). Kemenangan ini menaikkan karier politik Caesar dan membuka jalan sebagai Kaisar Romawi serta melunasi hutangnya yang banyak begitu lengser dari Councilship di Roma. Propaganda politik dan kampanye perang Gallic ditulis Caesar dalam bukunya yang berjudul Commentarii de Bello Gallico.

Sebagai anggota Triumvirat I, Caesar berkuasa meminta legiun dan unit-unit tambahan lainnya. Aliansi politik bersama Marcus Licinius Crassus dan Pompey, membuat Caesar berkuasa atas 2 provinsi, yakni Cisalpine Gaul dan Illyricum. Transalpine Gaul menjadi provinsi tambahan menyusul kematian mendadak gubernurnya, Metellus Celer. Kekuasaan Caesar sebagai gubernur diperpanjang selama 5 tahun. Sebagai Gubernur Hispania Ulterior (Portugis), Caesar mengenal dan berkuasa atas 4 legiun veteran, yakni VII, VIII, IX, dan X.

Legiun IX ditarik ke Spanyol di tahun 49 SM dan mendapat anugerah Hispaniensis (Perang Gallic Caesar) dan terakhir ditempatkan Caesar di Picenum (sekarang Marche, Italia), tempat kelahiran Pompey the Great dan ayahnya, Pompeius Strabo. Legiun IX tidak tercatat lagi di Eboracum (York) sekitar tahun 120, kecuali Legiun VI Victrix yang dibawa Aulus Platorius Nepos dari Jerman pada tahun 122.

Keterlibatan Legiun IX tercatat di perang-perang:
1. Dyrrhachium dan Pharsalus (48 SM).
2. Afrika (46 SM).
3. Sextus Pompeius di Sisilia, atas perintah Octavian.
4. Macedonia, atas perintah Octavian.
5. Actium (31 SM), atas perintah Octavian melawan Marcus Antonius.
6. Cantabrians (25-13 SM). Nama Hispana diberikan setelah perang ini berakhir.
7. Perbatasan Rhine.
8. Pannonia (9 Masehi), barat Hungaria, Austria, Croatia, Serbia, Slovenia, Slovakia, dan Bosnia and Herzegovina.
9. Invasi Britannia (43).
10. Revolusi Boudica, Britannia (61), kalah telak. Kavaleri hampir disapu bersih Boudica.
11. Mendapat cadangan dari Jerman (60-61).
12. Membantu Vespasian di Cremona (69).
13. Berpartisipasi dengan Agricola menyerang Skotlandia (77/78-83/84).
14. Satu detasemen dikirimkan ke Jerman.
15. Pembuatan Benteng Eboracum, Britannia (71 dan 108).
16. Kontroversi: Revolusi Bar Kochba, Israel (132-136).
17. Kontroversi: Armenia (161), Capadocian (161) dan Revolusi Chatti, Danube (162); dibawah Marcus Aurelius berkonflik dengan Kekaisaran Parthia.
18. Kontroversi: Dievakuasi oleh Legiun X Gemina di Nijmegen (Noviomagus), Belanda.
19. Kontroversi: Bermukim di Ewijk, kecamatan yang bergabung dengan Beuningen, Belanda.
20. Kontroversi: Bermukim di Rhine bawah, kuartal pertama abad ke-2.

Beratnya perang di Britania terlihat pada dua makam:
1. di benteng Vindolanda, Chesterholm, Northumberland, di timur taut Inggris. Makam tersebut sebagai tugu penghormatan terhadap Titus Annius, centurion dari Kohor I dari suku Tungri (suku Gaul dan Germania), sebagai korban perang (in bello … interfectus).
2. di kota Ferentinum, provinsi Frosinone, Lazio, tenggara Roma. Makam tersebut sebagai penghormatan terhadap Titus Pontius Sabinus, yang telah memimpin detasemen-detasemen dari Legiun VII Gemina, Legiun VIII Augusta, dan Legiun XXII Primigenia pada ekspedisi Inggris (British expedition), pengiriman tentara bantuan setelah (atau selama) konflik besar, mungkin pada awal masa kekuasaan Kaisar Hadrian (117-138).