Monday, February 9, 2015

Bacaan Ringan "PERADABAN SEBELUM ISLAM - PERADABAN ROMAWI - VISIOGOTHIC DAN ISLAM - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
3.Kekhalifahan Umayyah Andalusia
Periode ini berlangsung semenjak Abdurrahman III yang bergelar an-Nashir memerintah pada tahun 315 H/912 M sampai munculnya periode Muluk ath-Tahwaif pada tahun 1013 M. Pada masa ini penguasa di Spanyol bergelar khalifah. Gelar tersebut bermula ketika Abdurrahman III dihadapkan dengan ancaman invasi oleh Fatimiyah, sebuah kerajaan Islam berideologi Syiah yang berbasis di Kairo. Dinasti Fatimiyah telah mengclaim dirinya sebagai Khalifah Tandingan melawan Khalifah Abbasiyah di Baghdad, Abdurrahman III memutuskan memakai  gelar Khalifah juga. Langkah ini membantu Abdurrahman III mendapatkan prestise di hadapan rakyatnya, dan gelar tersebut tetap dipertahankan sampai akhir masa kekuasaan Umayyah Andalusia [24]. 

Abdurrahman III dengan gelar an-Nashir yang memerintah + 50 tahun telah berhasil menciptakan stabilitas politik di Spanyol, hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya memadamkan pemberontakan-pemberontakan, dan meredam timbulnya perpecahan dan perselisihan diantara bangsa Arab. & bangsa Berber[25]

Pada periode ini umat Islam Spanyol mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi kejayaan daulat Abbasiyah di Baghdad. Abdurrahman Al-Nasir mendirikan universitas Cordova. Ia mendahului Al-Azhar Kairo dan Madrasah Nizamiyah Seljuk, juga menarik minat para siswa, Kristen dan Muslim, tidak hanya di Spanyol tetapi juga dari wilayah-wilayah lain di Eropa, Afrika dan Asia.[26]

Akhirnya pada tahun 1013 M, sebagai puncak dari Perang Saudara yang berlarut-larut, Andalusia terpecah menjadi banyak Kerajaan kecil yang mengclaim dirinya penerus Sah dari Umayyah Andalusia.[27]

4.Muluk at-Tawaif
Fitnah Andalusia (1009–1031) membuat Spanyol terpecah kepada lebih dari tiga puluh negara kecil yang dikenal dengan istilah muluk at-thawaif, yang berlangsung dari tahun 1013 – 1086 M. diantara Negara Negara kecil itu yang terkuat adalah Toledo,Sevilla & Zaragoza[28]

Pemerintah pada periode ini diwarnai dengan berbagai peperangan antara golongan, kerajaan yang kuat menyerang yang lemah sehingga untuk mempertahankan kekuasaannya, ada sebagian golongan yang meminta bantuan kepada non muslin. hal ini diwujudkan dengan berbagai serangan oleh pihak Kristen terhadap Islam. Pihak Kristen yang diwakili oleh  Raja Leon, Alfonso VI Jimenez berhasil merebut kota Toledo pada tahun 1085,[29]

Walaupun secara Politik, umat Islam Andausia terpecah belah,namun Seni dan Budaya berkembang pesat, setiap Kota berusaha keras menyaingi kota lain dalam hal peradaban, fenomena serupa juga terjadi pada Masa Abbasiyah pertengahan hingga akhir[30]

5. Masa Dinasti Murabithun
Dinasti Murabithun adalah dinasti berber[31] yang mulanya merupakan gerakan Tarekat yang kemudian berkembang menjadi gerakan religio-militer. Para Ulama & anggota Tarekat tinggal bersama di dalam ribat yang terletak di mulut sungai Senegal. Asal-usul dinasti ini dari Lamtunah, salah satu dari suku Sanhaja, Mereka juga disebut al-Mulassimun (orang-orang bercadar)[32]

Tarekat Murabithun ini dipelopori Yahya bin Ibrahim Al-Jaddali, salah seorang kepala suku Lamtunah. Gerakan ini dimulai sekembalinya dari perjalanan ibadah haji. Ia berjumpa dengan Abdullah bin Yasin Al-Jazuli & memintanya untuk mengajarkan ilmu agama yang benar kepada penduduk ditempat tinggalnya. Tarekat ini berkembang sangat cepat , sehingga dapat menghimpun sekitar 1000 orang pengikut. Selanjutnya, mereka melirik cara lain dalam perkembangan ajaran yaitu dengan memasuki wilayah politik militer & kekuasaan serta mengangkat Yahya bin Umar sebagai panglima militer. Mereka melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah Sahara Afrika dan kemudian ke Spanyol pada tahun tahun 1055[33].

Kekuasaan Dinasti Murabithun di Spanyol hanya berlangsung sampai tahun 1149 M. Ketika Yusuf bin Tasyufin mangkat, ia digantikan oleh putranya Alif bin Yusuf yang selalu disibukkan oleh usaha untuk menumpas pemberontakan, maka lambat laun Murabithun pun mundur. Para penggantinya pun bukanlah orang-orang yang cakap, sehingga kekuasaan Dinasti ini dapat diambil oleh Dinasti Muwahhidun, disamping adanya serangan dari pihak Kristen, yang pada masa ini telah berhasil merebut beberapa daerah kekuasaan Islam seperti Castile, Barcelona, dan beberapa daerah lainnya.[34]

6. Masa Dinasti Muwahhidun
Kekuasaan Dinasti Muwahhidun di Spanyol dimulai pada tahun 1149 M adalah salah satu dinasti yang terkonsentrasi di Afrika Utara bagian Barat. Dinasti Muwahhidun berasal dari Suku Berber, yang pada awalnya adalah suatu gerakan Tarekat kemudian berkembang menjadi suatu kekuatan politik dengan mendirikan sebuah Dinasti yang berpusat di Maroko[35], dengan pendirinya Muhammad bin Tumart, setelah berhasil menumbangkan kekuasaan Dinasti Murabithun di Maghribi, kemudian berhasil merebut kekuasaan di Spanyol dengan tekad mengembalikan kejayaan Islam di sana.[36]

Pada masa ini serangan dari pihak Kristen semakin gencar, pada awalnya serangan yang dilancarkan oleh pihak Kristen dapat dipatahkan, sampai akhirnya Dinasti Muwahhidun dihadapkan pada perang Las Navas de Tolosa. Pada saat itu pasukan Kristen dipimpin oleh Alfonso VIII, Raja Castile, mengobarkan Reconquesta. Mereka berhasil menghimpun bantuan dari Perancis, Aragorn,Leon dan Orde Militer Kristen seperti Calatrava & Santiago .Pasukan Islam yang saat itu dibawah kepemimpinan al-Mansur Billah mengalami kekalahan besar, yang membawa kepada berakhirnya kekuasaan Dinasti Muwahhidun di Spanyol. Sejak saat itu satu per satu daerah kekuasaan Islam di Spanyol jatuh ke tangan pasukan Nasrani, selama tahun 1238 – 1260 M ,mereka dapat menguasai seluruh Spanyol,kecuali Granada,[37]

 7. Masa Bani Ahmar (1232 – 1492 M)
Pada periode ini Islam hanya memiliki daerah kekuasaan di Granada, di bawah pemerintahan Bani Ahmar. Mereka berhasil mengendalikan daerah-daerah pegunungan di Propinsi Granada, yang kemudian di sana didirikan Istana Al-Hambra. Pada masa ini peradaban kembali mengalami kemajuan seperti pada zaman Abdurrahman III, Granada pada waktu itu menjadi pusat peradaban yang banyak menarik perhatian para cendikiawan dan sastrawan khususnya yang berada di kawasan barat Islam. Keadaan ini dapat dipertahankan selama 2 ½ abad, yang mungkin sangat erat kaitannya dengan penguasa Granada hanya terdiri dari satu etnis yaitu Berber, yang berasal dari daerah Spanyol lainnya, yang kemudian berlindung di bawah kekuasaan Bani Ahmar.[38]

Akan tetapi pada masa ini, gesekan internal di tubuh istana tetap saja terjadi, dan hal itu dimanfaatkan Isabella-Ferdinand untuk menguasai Granada dan menyatukan Semenanjung Iberia. Sultan Granada, Mohammad XII Boabdil mencoba meminta bantuan Ottoman Empire namun ditolak oleh Bayazid II dan akhirnya Granada mengalami kekalahan telak. Melalui kapitulasi Granada,diputuskan bahwa Granada menjadi milik Los Reyes Católicos.[39]

File:La rendición de Granada.jpgKapitulasi Granada, Mohammad XII Boabdil menyerahkan Kekuasaan pada Isabella-Ferdinand [47]

Jatuhnya kota Granada ke tangan Kristen menjadi tanda berakhirnya kekuasaan Islam di Spanyol selama 700 Tahun. Umat Muslim mengambil inisiatif untuk hijrah ke daerah Afrika Utara. Sedangkan non Katolik di Spanyol yang tidak pergi dipaksa untuk Konversi atau disiksa oleh Dewan Inkuisisi Gereja, pada masa Raja Philip von Habsburg dilakukan penghapusan sisa budaya umat muslim dan pengusiran sisa orang islam, juga Yahudi[40]