Saturday, February 7, 2015

Bacaan Ringan "SEJARAH KEKAISARAN PRINSIPAT ROMAWI KUNO - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
A. Latar Belakang Masalah
Sebelum menjadi negara dengan bentuk pemerintahan kekaisaran, Romawi merupakan negara dengan pemerintahan republiK. Perubahan negara kekaisaran dimulai pada saat Oktavianus berkuasa atas seluruh wilayah Romawi setelah berhasil mengalahkan Musuh-musuhnya termasuk Antonius, kakak iparnya sendiri. Oktavianus merupakan ahli waris yang ditunjuk oleh Caesar sebelum kematianya, dan naik tahta menjadi kaisar Romawi pada tahun 27 SM dan bergelar kaisar Augustus. Pada masa pemerintahan kaisar Oktavianus Augustus, Romawi mencapai masa kejayaan karena Augustus berhasil menciptakan perdamaian di seluruh Romawi. Tatanan dalam pemrintahanya juga diperbaharui dan lebih berpihak pada rakyat. 

Setelah kematian Oktavianus Augustus, tidak ditemukan lagi pengatinya yang dapat melebihi seperti apa yang diraihnya bahkan empat kaisar awal pengantinya dapat dikatakan tidak mampu memangku jabatan setinggi itu. Namun selang beberapa periode selanjutnya muncul lima kaisar yang dianggap kembali mengangkatr Roma ke jaman kejayaan meskipun tidak seperti apa yang dicapai pada masa kaisar Augustus. Selengkapnya baik keburukan-keburukan maupun prestasi yang telah dicapai selama kekaisaran Principat (27 SM-284M) akan dibahas dalam isi makalah ini.

B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana Latar Belakang munculnya kekaisaran Prinsipat Romawi.
b. Bagaimana kehidupan Romawi pada masa kaisar Augustus dan pengantinya.
c. Hasil-hasil peradaban pada masa Roma kekaisaran.

C. Tujuan
a. Untuk memahami latar belakang munculnya kekaisaran Prinsipat Romawi.
b. Mengetahui kaisar-kaisar yang pernah berkuasa pada periode kekaisaran Prinsipat.
c. Mengetahui hasil peradaban yang telah dicapai pada masa kekaisaran Prinsipat.

Kekaisaran Prinsipat di Romawi
Latar Belakang Kekaisaran Prinsipat Romawi
Sebelaum menjadi negara kekaisaran, Romawi adalah sebuah negara republik oligharkis yang membagi penduduk dalam dua golongan utama, yaitu kelompok Patricia yang terdiri dari para bangsawan maupun orang yang memiliki tanah luas dan kelompok Pebea yang terdiri dari penduduk kelas rendahan. Julius Caesar adalah pemimpin republik Romawi terakhir yang paling sukses karena dapat menaklukan seluruh Gaul sebelum akhirnya republik ini runtuh dan berubah menjadi pemerintahan kekaisaran. 

Pada masa pemerintahan Julius Caesar dilaksanakan berbagai perubahan-perubahan pembaharuan, yakni setelah ia merasa banyak orang Roma yang menjadi pendukungnya. Tindakan pembaharuan ini diawali dengan tindakan perbaikan antara lain dengan mengirim delapan puluh ribu pengangguran ke negara yang menjadi negara jajahan 

Romawi untuk diperkerjakan disana. Undang-undang pembaharuan ini tidak hanya berlaku bagi rakyat kecil tetapi juga berlaku bagi para bangsawan dan orang-orang terkemuka setelah dibentuk sebuah undang-undang untuk membatasi segala kemewahan yang berlebihan, alasanya karena kemewahan dianggap akan menjerumuskan Roma pada kehancuran. Pembaharuan selanjutnya yaitu untuk membasmi berbagai tindak criminal, seperti halnya perampokan yang sering terjadi di seluruh Romawi. 

Di bidang pertanian dilakukan usaha untuk mengeringkan rawa-rawa yang diubah menjadi tanah subur dan digunakan sebagai lahan pertanian rakyat. Sementara itu, dalam bidang perniagaan diadakan pembaharuan dalam sistem ukuran dan timbangan, peraturan tahun juga menjadi sasaran perubahan yakni dalam satu tahun adalah sama dengan 365 hari dan 6 jam, selanjutnya agar perhitungan tersebut tidak mengacaukan maka digunakan pula tahun ganjil satu kali dalam empat tahun. 

Semua peraturan pembaharuan tersebut dapat dijalankan dengan sangat baik, akan atetapi karena perubahan tersebut dijalankan secara cepat disertai penghancuran institusi-institusi republik diantaranya Caesar mengakhiri sistem Check and Balance yang berlaku dikalangan para pejabat dan majelis yang ada dalam republik Romawi. Caesar sendiri menganggap dirinya sebagai pemegang kekuasaan konsul yang merupakan tribun rakyat serta sebagai diktator “an Pontifex Maximus” (Pendeta tinggi, pemimpin tinggi dalam keagamaan). Ia memaksa Senat untuk mengadopsi dan menerapkan usulanya tanpa adanya suatu perundingan terlebih dahulu, ia juga ingin dipuja seperti dewa seperti halnya Alexander Agung ataupun Ptolomeus. 

Hal inilah yang menimbulkan rasa gelisah dan kebencian dari para anggota Senat, yang kemudian timbul niat untuk melanyapkan Caesar. Pada saat Caesar mengunjungi rapat Senat pada tanggal 15 Maart tahun 44 SM, rencana partai Senat untuk menyingkirkan Caesar terwujud setelah dibunuhnya Caesar oleh para anggota Senat sendiri dengan dua puluh tiga kali tikaman pisau. Pembunuhan Caesar ini kemudian menyebabkan perang saudara selama 15 tahun. Pihak pembunuh menyangka bahwa pembunuhan itu dianggap benar karena Caesar berusaha untuk menjadi raja, padahal keingginan menajdi raja adalah sebuah kejahatan yang amat besar bagi Romawi. Senat menganggap bahwa dengan membunuh Caesar kebesaran republik Romawi akan kembali, namun ternyata para Senat hanya termakan hasutan Markus Antonius yang merupakan sahabat Caesar sendiri.

Setelah kematian Caesar timbul masalah siapa pengantinya. Sementara itu, di kota Appolonia seorang sepupu Caesar bernama Oktavianus bertempat tinggal. Dalam surat wasiat yang ditulis Caesar sebelum kematianya menyatakan bahwa Oktavianus diangkat sebagai ahli waris pemerintahan Romawi selanjutnya. Penentangnya yang paling kuat dari pengangkatan Oktavianus adalah Antonius yang merupakan kakak iparnya sendiri. Namun kedua tokoh yang dijagokan menjadi pemimpin Romawi tersebut pernah bekerja sama dalam melenyapkan semua pembunuh Caesar. Setelah mencapai kemenangan atas lawanya, mereka membagi wilayah kekuasaan Romawi menjadi dua, Antonius memerintah di bagian timur negara Romawi seperti Balkan, Syiria, Mesir, Palestina, maupun Asia Kecil. Sementara Oktavianus memerintah di bagian Barat Romawi dan wilayah kekuasaan Romawi di Afrika. Pada waktu itu, Antonius masih berstatus sebagai suami dari saudara perempuan Oktavianus, namun ia tetap menarik diri ke Mesir dan menikahi Chleopatra.

Tidak lama kemudian setelah pembagian kekuasaan hubungan antara Antonius dan Oktavianus menjadi tegang. Kelakukan Antonius yang kurang baik semakin mempermudah Oktavianus unutk menaklukanya. Antonius sebenarnya adalah orang yang berhasil dan mempunyai banyak pengikut, tetapi setelah menikah dengan Chleopatra, kebijakanya banyak terpengaruh oleh kepentingan Chleopatra antara lain banyak dihadiahkan sebagian besar bagian kerajaan kepada Chleopatra maupun Putranya. Selain itu, Oktavianus dikesampingkan dan Iskandariyah hendak dijadikan sebagai ibu kota seluruh negara Romawi. Keinginan Antonius inilah yang semakin membangkitkan amarah Roma. Senat menganggap bahwa Antonius bukan sebagai pemimpin Romawi, melainkan semata-mata hanya seorang Mesir. 

Oleh karena itu, para pengikut membelot menjadi pengikut Oktavianus dan menyatakan perang dengan Antonius maupun Chleopatra. Menyadari kekalahan pada dirinya, Antonius dan Chleopatra akhirnya bunuh diri pada tahun 30 SM. Dengan kekalahan tersebut Mesir menjadi milik Romawi dan Oktavianus menjadi penguasa tunggal di Roma. Republik yang mengalami kemunduran akhirnya musnah setelah pada tahun 27 SM Otavianus mulai melakukan tranformasi di bidang Politik, yaitu dari sistem Republik menjadi suatu sistem yang dirasa sesuai dengan kebutuhan bangsa Romawi yaitu sistem kekaisaran. Oktavianus sendiri bergelar sebagai kekaisaran Augustus. 

Romawi Kekaisaran dibagi menjadi dua yaitu kekaisaran Prinsipat dan Dominiat. Kekaisaran Prinsipat berasal dari kata Princeps yang artinya kaisar yang memerintah adalah keturunan para pangeran penguasa.