Saturday, February 7, 2015

Bacaan Ringan "POLITIK PERANG KEKAISARAN ROMAWI MENGHARAMKAN PERANG GERILYA - PART 4"

http://massandry.blogspot.com
Pelepasan Britannia (Romawi Inggris, Britain Roman), 43 SM-410
Invasi Romawi ke Inggris telah dimulai pada periode 55-54 SM, tepatnya semasa pemerintahan Julius Caesar. Penaklukan pertama dimulai pada tahun 43 Masehi, dibawah kepemimpinan Claudius. Caledonia, nama latin untuk Skotlandia, di utara provinsi Britannia, tidak pernah bisa ditaklukan Romawi. Tembok Hadrian selesai dibuat tahun 128 sebagai pembatas dengan wilayah Skotlandia. Romawi sempat berkuasa lebih ke utara selama 20 tahun sejak 142 sampai garis Forth-Clyde dan mendirikan Tembok Antonine.Tiga kota terbesar di Skotlandia menyandang peringkat satu di Eropa di bidang finansil (Edinburgh), kota industri dunia terkemuka di dunia (Glasgow), dan pusat minyak Uni Eropa (Aberdeen).

Di tahun 197, Britannia dibagi menjadi Britannia Superior berpusat di Londinium (London) dan Britannia Inferior berpusat di Eboracum (York). Di tahun 293, Britania Superior dipecah menjadi imperial diocese (provinsi) Maxima Caesariensis dengan pusat di Londinium dan Britannia Prima dengan pusat Corinium (Cirencester, Gloucestershire). Britania Inferior menjadi provinsi Flavia Caesariensis dengan pusat di Lindum (Lincoln) dan Britannia Secunda dengan pusat di Eboracum.

Legiun II Augusta ditengarai berperan besar dalam penaklukan Inggris di tahun 43 SM. Beberapa legiun lainnya ditengarai tetap ada sejak invasi pertama, termasuk Legiun IX Hispana. Tiga legiun ditengarai berperan besar dalam meredam Revolusi Boudican di tahun 60/61, yakni Legiun IX Hispana, Legiun XIV Gemina (Martia Victrix), dan Legiun XX (Valeria Victrix). Legiun IX ditengarai menetap di Eboracum di tahun 71 dan menurut prasasti tahun 108. Bersama 11 legiun lainnya, Legiun IX ditengarai berperan dalam penumpasan Revolusi Bar Kochba (132-136) oleh di Israel. Revolusi tersebut merupakan revolusi ketiga Yahudi Judea dan perang terakhir antara Yahudi-Romawi. Romawi mengusir seluruh Yahudi dari Yerusalem, termasuk Yahudi Kristen yang tidak mendukung Yahudi Judea.

Pengiriman (sisa) Legiun IX ke Israel ditengarai atas permintaan Kaisar Hadrian kepada Sextus Julius Severus, jenderal terbaiknya pada periode ‘sulit’, yang menjadi Gubernur Britannia di tahun 131. Causa Prima revolusi terakhir adalah larangan menyunat yang dianggap Hadrian dan menurut budaya Yunani sebagai mutilasi. Revolusi terakhir ini direncanakan selama 60 tahun, menyusul kegagalan Revolusi Raya Yahudi. Duabelas legiun Romawi berjumlah sekitar 60.000-120.000 pasukan. Korban fatal di pihak Romawi adalah musnahnya Legiun XXII Deiotariana.

Legiun XXII tidak terdaftar saat rekapitulasi seluruh legiun di tahun 145. Legiun XXII merupakan legiun tambahan Caesar Augustus dan ditempatkan di Nicropolis (dekat Alexandria) bersama Legiun III Cyrenaica. Legiun XXII dipimpin Deiotarus, Raja suku Celtic-Tolistobogii (Galatia, Turki, Asia kecil), yang menjadi sekutu Republik Romawi di bawah kepemimpinan Jenderal Pompey di tahun 63 SM. Di tahun 48 SM, tentara Deiotarus yang berjumlah 12.000 infantri dan 2.000 pasukan berkuda, terbagi atas 30 kohor (cohortes) atau setara 3 legiun Romawi pada masa itu.

Legiun IX juga tidak tercatat lagi saat rekapitulasi seluruh legiun pada masa Marcus Aurelius (161-180)