Wednesday, March 4, 2015

Bacaan Ringan "SEJARAH KAWASAN SISILIA SEBELUM DAN SESUDAH ERA ISLAM - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Penguasa Sisilia
a. Dinasti Bani Aghlab ( 903 – 909 M )
Dinasti Bani Aghlab yang berpusat di Tunisia mengangkat lima orang gubernur dengan gelar amir, wali atau shahib di Sisilia dengan ibu kota Palermo. Para gubernur mempunyai kekuasaan penuh dalam hal perang atau damai, pembagian harta rampasan, mencetak uang, menentukan pajak. Penduduk Sisilia saat itu berbagai ras dan agama; Islam, Kristen, Yahudi, Bangsa Sisilia, Yunani, Lombard, Arab, Barbar, Persia, Negro. Bangsa Arab menjadi penguasa, mayoritas penduduk muslim adalah keturunan bangsa Barbar, Sisilia dan Arab.[11]

b. Dinasti Fathimiyah (909 - 965 M)
Pada tahun 909 M Ali bin Ahmad bin Abi al-Fawaris salah satu gubernur daulah Fathimiyah yang berpusat di Mesir, menggulingkan Ahmad bin Husen gubernur Dinasti Aghlabid yang terakhir. Dalam masa transisi dari Aghlab ke Fatimiyah di Sisilia, juga terjadi pergolakan namun pergolakan di sini bukan karena masalah politik tetapi masalah yang sifatnya agamis yaitu pertentangan antara Syiah dan Sunni. Tetapi dalam jangka waktu yang tidak lama Fathimiyah bisa mengatasinya.[12]
Gubernur-gubernur dinasti Fathimiyah di Sisilia antara lain Ziyadatullah bin Qurthub, Abu Musa al-Dayf, Salim Rasyid dan Khalil bin Ishaq. Di bawah para gubernur ini, dinasti Fatimiyah membangun peradaban Islam dengan berbagai kemajuan. Gubernur dinasti Fatimiyah yang terkuat adalah Hasan bin Ali al-Kalby keturunan Arab suku Kalb yang kemudian mendirikan dinasti Kalbiyah di Sisilia, namun ia tetap setia kepada Fathimiyah[13].

c. Dinasti Kalbiyah ( 965 - 1044 M )
Dinasti Kalbiyah berkuasa selama 80 tahun. Hasan dapat menaklukkan daerah Kristen di sebelah utara Sisilia , Tormina kemudian merubah nama kota itu menjadi Mu`izziyah sebagai penghormatan terhadap khalifah Fathimiyah Muiz. Sejak tahun 948 M, Khalifah Fatimiyah, Ismail Al-Mansur mengangkat Hassan Al-Kalbi sebagai emir Sisilia.

d. Dinasti Normandia
Pada masa dinasti Normandia ini kekuasaan dinasti Islam telah berakhir namun kebudayaan Islam masih berkembang.
Rogger I dan II ( 1091 - M)
Walaupun Rogger I dan II beragama Kristen tetapi ia memperlakukan umat Islam dengan baik. Bahkan Rogger II yang beragama Kristen mendapat gelar Mu`taz billah . Palermo tetap sebagai ibu Kota negara, pejabat negara dan tentara tetap menggunakan orang orang Islam. Rogger I dan II masih mengagumi kehebatan kebudayaan dan intelektual Islam , mahir bahasa Arab, memakai baju kebesaran raja-raja Islam[14].

Kehidupan istana menyerupai kehidupan raja-raja Islam. Menggunakan bahasa Arab sebagai salah satu bahasa resmi. Mahkamah menyerupai Mahkamah Agung Byzantium tetapi upacara-upacaranya menyerupai Mahkamah Arab Perkembangan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat pada zaman Normandia, karena Roger II sangat tertarik dengan matematika, administrasi dan ilmu bumi, karena pada masa ini muncul intelektual muslim yang terkenal al-Idrisi.

Al-Idris mama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad Ibn Muhammad Ibn Abdullah Ibn Idris Ash-Sharif , Ia dilahirkan di Ceuta, Spanyol (1099-1166), dan belajar di Cordova. Orang barat mengakuinya sebagai seorang ahli geografi, yang telah membuat bola dunia dalam bentuk globe dari bahan perak seberat 400 kilogram yang dilengkapi dengan Kitab Al-Rujari (Roger's Book).

Untuk Raja Roger II dari Sisilia. Ia ahli geografi dan kartografi terbesar di abad pertengahan. Saat itu Idris menjadi sangat dikenal dan mulai dilirik oleh kalangan navigator laut Eropa serta kalangan militer. Kemudian Idris membuat kitab Nuzhat al-Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afaq (Kesenangan untuk Orang-orang yang Ingin Mengadakan Perjalanan Menembus Berbagai Iklim) sebuah ensiklopedi yang berisi peta secara detil dan informasi lengkap negara-negara Eropa.[15]

Idris membuat kembali sebuah kompilasi ensiklopedi yang lebih komperhensif berjudul Rawd-Unnas wa-Nuzhat al-Nafs (Kenikmatan Lelaki dan Kesenangan Jiwa). Idris juga ahli di bidang ilmu kedokteran, Ia menyusun sebuah buku berjudul al-Jami-li-Sifat Ashtat al-Nabatat, menjelaskan nama-nama obat dalam beberapa bahasa, termasuk Berber (Arab), Suriah, Persia, Hindi, Yunani dan bahasa latin.. Beberapa karyanya telah dialih bahasakan kedalam bahasa latin , bukunya sangat populer di daratans Eropa dan telah diterbitkan di Roma pada tahun 1619. Christopher Columbus, juga menggunakan peta asli yang dibuat oleh Idris sebelumnya.[16]

Sisilia merupakan satu-satunya tempat di Eropa di luar Spanyol, dimana orang Islam mempunyai kedudukan yang sangat kuat. Kita ketahui bersama, Sisilia yang sebelumnya dikuasai oleh Byzantium, sebelum kemudian diambil sepenuhnya oleh umat Islam, sejak masa pertumbuhan dan perkembangan di wilayah ini, kekuasaan Islam bukan hanya berasal dari satu Dinasti. Setelah resmi dikuasai Dinasti Aghlabi selama kurung waktu 902-909, Sisilia berpindah ke dalam kekuasaan Dinasti Fatimiyah 909-953, kemudian terakhir dikuasai oleh Dinasti Kalbi selama 90 tahun, sebelum akhirnya Roger, orang Normandia merebutnya kembali pada tahun 464 H (1072 M). [17]

Dari beberapa dinasti yang memerintah di wilayah tersebut, sebagaimana disebutkan di atas, pemerintah Aglabiyah yang paling banyak mencapai kemajuan yang signifikan, meskipun tidak dapat disangkal adanya beberapa hal lain yang diwujudkan oleh dinasti lain, terutama pada masa awal pemerintahan bangsa Normandia. Penaklukan Bani Aghlab terhadap Sisilia telah membentuk suatu pusat yang penting bagi penyebaran peradaban Islam ke Eropa Kristen. Bahkan renaisans di Italia terjadi karena transmisi ilmu pengetahuan melalui pulau ini. Para penguasa Dinasti Aghlabi juga merupakan pembangun-pembangun yang antusias. Misalnya Ziyadatullah I membangun kembali Masjid Raya Kairouan dan, disamping berbagai pekerjaan di bidang pertanian dan irigasi juga dilakukan, terutama di daerah-daerah selatan yang subur.

Kemajuan dalam ilmu pengetahuan, sebuah Universitas telah didirikan di Palermo yang menjadi pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam, sehingga Islamisasi dan sains yang ditaklukkan telah memberikan warna terhadap kultur masyarakat Sisilia dan sekitarnya[18]. Walau Sisilia sendiri tidak menghasilkan pemikir dan lembaga spektakuler tetapi keberadaan literatur dan tradisi keilmuan yang di bawa dari dunia Islam telah memungkingkan para ulama dan cendikiawan Sisilia menyalurkan hal-hal baru bagi kolega mereka dari daratan Eropa. Penerjemahan karya-karya penting baik filsafat, kedokteran, sufistik, matematika, atau astronomi ke dalam bahasa.[19]
Eropa banyak dilakukan lewat Sisilia. Karya-karya tersebut sudah barang tentu berguna bagi sejarah perkembangan peradaban umat manusia[20]. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa masyarakat muslim di Sisilia waktu itu mempunyai peradaban tinggi tidak berbeda dengan zaman pemerintah Abbasiyah dan Islam Spanyol dalam memperkaya peradaban umat manusia. Selain itu Sisilia dikenal sebagai penghasil Jeruk, selain jeruk, buah zaitun dan anggur juga merupakan komoditas dari pulau Sisilia.

Palazzo dei Normann
   Capella palatina ( dulu merupakan istana lama para emir Arab)[21]
Dibangun oleh Roger II dan dihiasi medali dengan kaligrafi Arab gaya Kufi, ornamen utama Istana ini dibuat oleh al-Idris, geografer dan kartografi paling kondang pada Abad Pertengahan.

Gereja San Giovanni degli EremitFile:Palermo-San-Giovanni-bjs-2.jpg
Gereja yang dikenal dengan sebutan Gereja St. John of the Hermit ini dibangun pada tahun 1132. Gaya Arab yang memengaruhi gereja ini sangat terlihat dari kelima kubah merahnya, (dahulu merupakan masjid)[22]

Daftar Pustaka

Ø  Ali, K. Sejarah Islam dari Awal Hingga Runtuhnya Dinasty Usmani (Tarikh Pramodern ), Jakarta: PT. Raja Graffindo Persada, 2000
Ø  Aziz Ahmad , A History of Islamic Sicily, (Edenburgh : Edenburgh University Press, 1975)
Ø  E.Curtis. Roger of Sicily and Normans in Lower Italy 1016 – 1154, ( London: 1912)
Ø  Grolier Internasional Inc, (ed), Itali, Negara dan Bangsa Eropa, Jilid 6 (Jakarta, 1988)
Ø  Gustave E.Van Grunembaun, Unity dan variety in Muslim Civilation, (Cet. I; Jakarta: Karya  Uni Press, 1983)
Ø  Hasan Ibrahim Hasan, Sejarah dan Kebudayaan Islam, (Cet. I; Yogyakarta: Kota Kembang, 1989)
Ø  Hitti. Philiph K. 2006, History of the Arabs, Jakarta :  PT Serambi Ilmu Pustaka
Ø  Ensiklopedia mini Sejarah dan Kebudayaan Islam, Edisi pertama, Jakarta 1996, Logos wacana ilmus.
Ø  Yahaya, Mahayadin. 1990, Islam di Spanyol dan Sisily, Kuala Lumpur : Dewan bahasa dan Pustaka Kementerian Malaysia
Ø  Sunanto, Musyrifah. 2003, Sejarah Islam Klasik : Perkembangan Pengetahuan Islam, Jakarta : Kencasna Prenada Media Group
Ø  Tim Penulis IAIN Syarif Hidayatullah, Ensiklopedi Islam Indonesia (Jakarta: Djambatan, 1992)


[1] Hammond, Headline World Atlas, (New Jersey: Hammond Incorporated Maplewood, 1969), h. 36.
[2] Dari Sisilia, Italia mengeksport buah jeruk, jagung, jewawut, zaitun, buah badam, anggur, kapas dan menghasilkan minyak bumi terbesar di Eropa, menghasilkan dua per tiga kebutuhan Italia atas blerang, aspal, garam karang, garam laut, dan batu apung Italia. Lihat Grolier Internasional Inc, (ed), Itali, Negara dan Bangsa Eropa, Jilid 6 (Jakarta, 1988), h. 158.
[3] Theodoric". Encyclopædia Britannica. 7 October 2007
[4] Gothic War: Byzantine Count Belisarius Retakes Rome". Historynet.com. 7 October 2007.
[5] Philip K Hitti , History of the Arab, ( London: The Macirillan Press Ltd, 1974 ) hal: 602
[6]Sunanto, Musyrifah. 2003, Sejarah Islam Klasik : Perkembangan Pengetahuan Islam, Jakarta : Kencasna Prenada Media Group, hal. 160
[7] Mahayudin Hj Yahaya, Islam di Spanyol dan Sicily, (Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pendidikan Malaysia, 1990), hal. 17.
[8] Tim Penulis IAIN Syarif Hidayatullah, Ensiklopedi Islam Indonesia (Jakarta: Djambatan, 1992), hal. 448.
[9] Hasan Ibrahim Hasan, Sejarah dan Kebudayaan Islam, (Cet. I; Yogyakarta: Kota Kembang, 1989), hal. 232.
[10]Sunanto, Musyrifah. 2003, Sejarah Islam Klasik : Perkembangan Pengetahuan Islam, Jakarta : Kencasna Prenada Media Group, h: 163
[11] Aziz Ahmad , A History of Islamic Sicily, (Edenburgh : Edenburgh University Press, 1975)hal.30
[12] Ibid. h: 170
[13] Bernard Lewis,Bangsa Arab dalam Lintasan Sejarah, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1988), hal. 120.
[14] Abd. Halim ‘Uwais, Dirasah li Suquth Tsalasin Daulah Islamiyah, (Solo: Pustaka Manthiq, 1992), h. 128-129.
[15] Philip K Hitti , History of the Arab, (London: The Macirillan Press Ltd, 1974
[16] E.Curtis. Roger of Sicily and Normans in Lower Italy 1016 – 1154, ( London: 1912) hal 16
[17] Ibid, h: 175
[18] Gustave E.Van Grunembaun, Unity dan variety in Muslim Civilation, (Cet. I; Jakarta: Karya  Uni Press, 1983), hal. 12.
[19]Hasan Ibrahim Hasan, Sejarah dan Kebudayaan Islam, (Cet. I; Yogyakarta: Kota Kembang, 1989), hal.118
[20] Ali, K. Sejarah Islam dari Awal Hingga Runtuhnya Dinasty Usmani (Tarikh Pramodern ), (Cet. III; Jakarta: PT. Raja Graffindo Persada, 2000), hal. 296.
[21] http://islamindonesia.co.id/index.php/feature/asal-usul/779-tapak-islam-di-kota-mafia
[22] http://islamindonesia.co.id/index.php/feature/asal-usul/779-tapak-islam-di-kota-mafia