Wednesday, March 4, 2015

Bacaan Ringan "SEJARAH ASAL USUL BANGSA JERMAN DAN PERKEMBANGAN NYA - PART 5"

http://massandry.blogspot.com
Abad Pencerahan (AUFKLARUNG)
Pada zaman Fridrich der Groβe, bahasa Jerman tidak pernah digunakan di puri-puri kerajaan. Bahasa kaum terpandang adalah bahasa Perancis. Itu semua kini berubah drastis. Abad pencerahan membuat Jerman berkembang dalam hal budaya. Yang meletakkan dasar perubahan ini adalah sang Filusuf besar Gottfried Wilhelm Lebniz pada akhir abad ke-17. Namun baru pertengahan abad ke-18 bermunculan para filosuf dan sastrawan Jerman klasik, diantranya: 

Gotthold Ephraim Lessing (drama-dramanya merupakan pembelaan yang amat mengesankan terhadap toleransi),
Immanuel Kant (mengajak orang menggunakan pikiran dan akal sehat),
Christopf Martin Wieland (menerjemahkan Shakespare ke dalam bahasa Jerman), 
Caroline Neuber (mengadakan pertunjukan “Theater Keliling” dalam spirit pencerahan),
Johan Sebastian Bach, Georg Fridrich Händel, Willibald Glück (para musisi handal),
Fridrich von Schiller dan Johann Wolfgang von Goethe  (Sastrawan Klasik Jerman),
Wolfgang Amadeus Mozart (Orang pertama penulis opera dalam bahasa Jerman),
Ludwig van Beethoven (Komponis handal yang pada masa tuanya nyaris tuli).

Masa keemasan bidang kebudayaan pada tahun-tahun tersebut diwarnai dengan guncangan dalam bidang politik : “Revolusi Perancis” tanhun 14 Juli 1789. Di Negara-negara Jerman pun hampir semua raja memiliki kekuasaan absolut dan mereka menatap cemas. Apakah kepala mereka juga akan dipenggal seperti yang terjadi di Negara tetangga mereka di Perancis.

Di Perancis, seorang bangsawan kecil dari Korsika yang dalam revolusi Perancis pertama kali muncul sebagai seorang jendral dan pada tanggal 2 Desember 1804 menobatkan diri sebagai “Kaisar Perancis” yaitu Napoleon Bonaparte. Napoleon sendiri tidak merasa puas hanya dengan perancis, impiannya tentu adalah seluruh Eropa. Para raja Jerman tidak memberikan perlawanan yang cukup berarti. Seluruh Jerman pun takluk dan para raja Jerman terpaksa menjadi sekutunya. Kaisar Austria bahkan harus menyerahkan puterinya untuk dijadikan istri Napoleon Bonaparte. Kerajaan Jerman (Prusia) yang sangat berkuasa dan dipimpin Fridrich Wilhelm III tunduk dalam sebuah perjanjian di Tilsit.

Reformasi ala Napoleon di Jerman dan di seluruh Eropa sebenarnya memiliki sisi positif pula; yaitu, Dengan kekuatan senjatanya Napoleon membuat banyak kemajuan, baik reformasi hukum, reformasi dibidang keuangan, hak kebebasan berusaha, emansipasi kaum yahudi, kebijakan plotik dan sosial, sedangkan dunia pendidikan direformasi secara mendasar oleh Wilhelm von Humbolt.

Negara Prusia (Jerman) yang kembali gesit berkat para reformator sekarang mampu memberikan perlawanan yang berarti terhadap penguasa Perancis (Napoleon Bonaparte). Raja menyerukan kepada rakyatnya untuk membebaskan diri dari pendudukan perancis. Hasilnya banyak para relawan, bahkan para mahasiswa angkat senjata. Orang-orang kaya Prusia juga ikut menyumbangkan perhiasan emas mereka untuk perang kemerdekaan ini. Dalam perang rakyat di Lepzig tanggal 16-19 Oktober 1813, Napoleon Bonaparte menderita kekalahan telak dan melarikan diri ke Perancis. Negara Jerman pun kembali bebas dari cengkraman Prancis.

Perkembangan Bahasa Jerman (DEUTSCH)
Jackob Grimm dan Wilhelm Grimm (Bruder Grimm) mengumpulkan dongeng-dongeng dan cerita-cerita lama, mulai dari kisah : Hänsel dan Gretel, Putri Salju (Schnewittchen), Hans yang beruntung (Hans im Glück), dan si Berkerudung Merah (Rotkäppchen). Selain mengumpulkan dongeng-dongeng Jerman, Bruder Grimm (Grimm bersaudara) juga meneliti bahasa Jerman begitu mendalam, sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain sebelumnya. Mereka juaga menerbitkan sebuah kamus bahasa Jerman.

Atmosfir Revolusi
Revolusi Perancis meninggalkan kesan yang kuat terhadap seluruh bangsa di Eropa. Di Negara-negara lain juga timbul kebangkitan, seperti : di Belgia, di Spanyol, di Swiss, di Polandia, dan tidak ketinggalan di Jerman. Tanggal 27 Mei 1832 sekitar 30.000 mahasiswa, pengerajin, warga dan petani berbondong-bondong menuju istana Hambach di Pfalz sambil mengacung-acungkan bendera Hitam-Merah-Emas. Mereka menuntut kebebasan politik dan penghapusan negeri-negeri kecil untuk dilebur menjadi Negara yang lebih besar. Raja-raja Jerman pun menjadi panik. Kerusuhanpun melanda Jerman. Di Berlin dan kota-kota lainnya para pemberontak berjuang melawan tentara. Raja Fridrich Wilhelm IV bahkan harus mengheningkan cipta untuk pejuang revolusi yang gugur dan menyematkan lencana Hitam-Merah-Emas kea rah bajunya (warna kebebasan).

Ketika terjadi revolusi tahun 1848, dua orang Jerman menerbitkan sebuah buku di Inggris. Dua Jerman ini adalah Karl Max dan Fridrich Engels, dan buku mereka yaitu “Manifesto Komunis”. Dari tulisan mereka tercipta ideologi baru, yaitu: Komunisme. Seruan mereka “Kaum proletar di seluruh dunia bersatulah!” menggema di seluruh benua.  Saat itu pula di Jerman terjadi revolusi sosial.
Dengan adanya revolusi sosial, bermunculan banyak pabrik di Jerman. Sebagaimana dalam banyak hal, industrialisasi mempunyai dua sisi: sisi pertama adalah kondisi kerja yang sangat buruk, sedangkan sisi kedua adalah Jerman menjadi bangsa industri yang membangkitkan kekuatan yang tidak terduga.

Penemuan dalam Berbagai Bidang Ilmu Pengetahuan
Dalam bidang penelitian dan teknologi dicapai banyak kemajuan, diantaranya yaitu: 

Justus von Liebig (meletakkan dasar kimia organik dan mempelopori aplikasinya di industri),  
Biarawan Gregor Mendel (menemukan teori pewarisan genetik dengan kacang buncisnya),
Robert Koch (menemukan basil TBC dan Kolera),

Wilhelm Conrad Röntgen (menemukan sinar yg dapat menembus semua materi yang dengannya memungkinkan dapat melihat ke dalam tubuh manusia),

Rudolf Virchow (menemukan ilmu patologi moderen, dan ia dapat menunjukkan betapa kotoran dan sifat tidak higienis mempunyai korelasi besar dengan timbulnya penyakit),

Nikolaus August Otto (menemukan mesin motor 4 tak yang dinamai berdasarkan namanya),
Rudolf Diesel (menemukan motor dengan sistem pembakaran, yang proses pembakaran bahan bakarnya terjadi dengan sendirinya karena tekanan tinggi di dalam silinder-silindernya, sehingga dicapai tingkat efektifitas yang sangat tinggi),

Otto Lilienthal (menemukan model sayap aerodinamika, yang memungkinkan mendarat dengan cepat ke tanah),

Ferdinand Graf von Zeppelin (menemukan pesawat Zeppelin yang berhasil terbang melintasi lautan Atlantik sampai ke Amerika),

Johann Philipp Reis (seorang ahli fisika, menemukan pesawat telepon pertama tahun 1860 dan dengan demikian –selain Alexander Graham Bell- berhasil merancang dasar-dasar komunikasi langsung yang bisa melampaui jarak ribuan kilometer jauhnya),

Werner von Siemens (membangun konstruksi mesin dinamo pertama kali dan mendirikan sebuah perusahaan sampai sekarang masih bergerak dalam bidang elektronik di Berlin),

Alfred Krupp (membuat pabrik baja cor an menjadi perusahaan bertaraf internasional),

Dalam dunia politik, Prusia dan Austria bertengkar memperebutkan supremasi di Federasi Jerman, akan tetapi karena goncangan politik, Austria tidak lagi menjadi bagian darinya dan menjadi kekaisaran sendiri dengan Wina sebagai pusatnya. 

Pangeran Leopold von Hohenzollem, masih kerabat raja Prusia ingin menjadi raja Spanyol. Prancis sama sekali tidak rela calon raja untuk negeri tetangga bagian selatannya adalah pangeran dari Jerman. Ini lah pemicu terjadinya perang Jerman-Perancis tahun 1870-1871. Pada tanggal 18 Januari 1871 tentara Perancis pun dapat dikalahkan oleh Wilhelm I  dan Kanselir Federal Jerman Utara Otto von Bismarck dan memaksa Kaisar Napoleon III turun takhta. Sejak kekalahan Perancis tahun 1871, perancis selalu ingin dan berusaha keras untuk melakukan balas dendam.