Monday, March 30, 2015

Fakta Dunia "GENGHIS KHAN - KHAGAN OF THE MONGOL EMPIRES - PART 6"

http://massandry.blogspot.com
Georgia and Volga Bulgaria
Setelah kekalahan Khwarezmian di 1220, Genghis Khan mengumpulkan pasukannya di Persia dan Armenia untuk kembali ke dataran Mongol. Dibawah gagasan Subutai, tentara Mongol dibagi menjadi dua kelompok. Genghis Khan memimpin pasukan utamanya untuk menyerang melalui Afghanistan dan utara India menuju Mongolia, sementara kontingen lain terdiri dari 20,000 (2 Tumen) prajurit melaju melaluk pegunungan Kaukasus dan menuju Rusia dibawah jendral Jebe dan Subutai. Mereka merangsek masuk menuju Armeni dan Azerbaijan. 

Tentara Mongol menghancurkan Georgia, memberangus benteng perdagangan Genoa Kaffa di Crimea dan menghabiskan musim dingin di dekat Laut hitam. Dalam perjalanan kembali pasukan Subutai menyerang Kipchaks dan di lawan oleh pasukan sekutu yang terdiri dari 80,000 pasukan Kievan yang tidak terkoordinasi dengan baik dipimpin oleh Mstislav sang pemberani dari Halych dan Mstilav III dari Kiev yang melaju untuk menghentikan tindak tanduk pasukan Mongol di daerah itu. Subutai mengirim utusan ke pangeran Slavic itu untuk perdamaian, tapi utusan2x tersebut dibunuh. Pada pertempuran di sungai Kalka pada 1223, 

Pasukan Subutai menghancurkan tentara Kievan yang lebih banyak, meski kalah pada pertempuran Samara melawan negara tetangga Volga Bulgars. Pangeran2x Rusia meminta perdamaian. Subutai setuju namun tidak ingin memafkan para pangeran tersebut. Dan sebagaimana berlaku di lingkungan Mongol, Para pangeran Rusia diberikan kematian tanpa darah. Subutai merancang kayu besar sementara ia makan dengan anak buahnya. Keenam pangeran Rusia, termasuk Mstislav III dari Kiev, diletakkan dibawahnya dan digilas sampai mati.

Pasukan Mongol mempelajari dari para tawanan bahwa terdapat ladang hijau yang luas setelah wilayah Bulgar, yang memungkinkan untuk penaklukan Hungaria dan Eropa. Genghis Khan memanggil kembali Subutai ke Mongol setelah itu, dan Jebe meninggal pada perjalanan kembali ke Samarkand. Ekspedisi Pasukan Kavaleri Subutai dan Jebe, dimana mereka mengitari laut Kaspia mengalahkan semua pasukan yang ada di jalur mereka, kecuali Volga Bulgars, tetap merupakan yang tak terkalahkan hingga hari ini, dan berita kemenangan Mongol mulai menyebar ke negara2x lain, terutama Eropa. Dua operasi ini dihubungkan sebagai pengintaian untuk memperoleh situasi dan budaya pada tempat2x tersebut. Pada 1225 kedua divisi kembali ke Mongol. Invasi ini menabahkan Transoxiana dan Persia menjadi kerajaan yang tangguh sambil menghancurkan semua perlawanan di sepanjang jalan mereka. Nantinya dibawah cucuk Genghis Khan, Batu dan Pasukan Emas, Mongol kembali untuk menaklukan Volga Bulgaria dan Kievan Rus pada 1237, menyelesaikan operasi pada 1240.

Western Xia and Jin Dynasty
Kaisar pengikut Mongol dari Tanguts (Xia Barat) yang menolak untuk mengambil bagian dalam perang melawan Kekaisaran Khwarezmid setelah Genghis Khan dan pasukan utama menuju Kekaisaran Kharezmian. Ditambah Xia Barat dan Dinasti Jin yang pernah dikalahkan membuat koalisi untuk melawan Mongol, mengandalkan operasi melawan Khwarezmi untuk menyerap kemampuan Mongol untuk memberi respond secara efektif.

Pada 1226, sekembalinya dari barat, Genghis Khan memulai serangan balasan atas Tanguts. Tentaranya dengan cepat menaklukan Heisui, Ganzhou dan Suzhou (Bukan Suzhou di Provinsi Jiangsu), dan pada musim gugur dia merebut Xiliang-fu. Salah satu Jendral Tangut menantang pasukan Mongol dekat Helanshan, tapi dengan mudah dikalahkan. Pada November, Genghis mengepung kota Tangut Lingzhou, dan menyeberangi Sungai Kuning, mengalahkan bala bantuan Tangut. Menurut legenda, disinilah Genghis Khan melihat susunan lima bintang di langit, yang diintepretasikan sebagai tanda akan kemenangannya.

Pada 1227, Tentara Genghis Khan menyerang dan menghancurkan ibukota Tangut Ning Hia, dan terus maju, menaklukan Lintiao-fu, Provinsi Xining, Xindu-fu, dan Provinsi Deshun dengan cepat pada Musim Semi. Di Deshun, Jendral Tangut Ma Jianlong melakukan perlawanan sengit dan memimpin sendiri serangan2x menghadapi pasukan Mongol di luar gerbang. Ma Jianlong kemudian tewas dari panah yang mengenainya waktu pertarungan. Genghis Khan, setelah menguasai Deshun, pergi ke Liupanshan (Daerah Qingshui, Provinsi Gansu) untuk berlindung dari sengatan musim panas. Kaisar Tangut yang baru dengan cepat menyerah pada pasukan Mongol, dan seluruh Tangut menyerah kemudian. Tidak senang dengan penghianatan dan perlawanan mereka, Genghis Khan memerintahkan seluruh keluarga kerajaan dihukum mati mengakhiri Garis darah Tangut.

Hak waris
Topik mengenai ahli Genghis Khan sudah menjadi sebuah perdebatan sewaktu Genghis Khan berkuasa karena dia telah lanjut usia. Juga mengenai asal usul mengenai anak sulung Genghis Jochi yang telah menjadi topik utama di belakang layar, yang menjadi pertimbangan karena Jochi merupakan anak tertua diantara saudaranya. 

Sesuai nilai sejarah tradisional, Isu mengenai asal usul Jochi diusarakan dengan kuat oleh Chagatai. Pada Sejarah Rahasia bangsa Mongol, sebelum penyerangan ke Kekaisaran Khwarezmid oleh Genghis Khan, Chagatai menyuarakan dihadapan ayah dan kakaknya bahwa ia tidak akan menerima Jochi sebagai penerus Genghis Khan. Sebagai tindakan atas hal ini, Ögedei lah yang dipilih sebagai penerus.

Mongol "Great Khans" coin, minted at Balk, Afghanistan, AH 618, 1221 CE.
Jochi meninggal pada 1226, ketika masa hidup ayahnya. Beberapa sejarahwan, terutama Ratchnevsky, mengkomentari kemungkinan mengenai Jochi dibunuh dengan diracun atas perintah Genghis Khan. Rashid al-Din melaporkan bahwa Khan yang agung memanggil anak2xnya pada musim semi 1223, dan ketika adik2xnya mematuhi perintah, Jochi tetap tinggak di Khorasan. Juzjani menyuarakan bahwa perselisihan terjadi ketika Jochi dan adik2x bertengkar mengenai Pengepungan Urgench. 

Jochi berusaha menyelamatkan Urgench dari kehancuran, karena wilayah itu telah diberikan padanya. Dia menyelesaikan ceritanya dengan perkataan dari Jochi: "Genghis Khan sudah gila karena membantai begitu banyak orang dan menghancurkan bermacam2x daerah. Aku akan melakukan hal yang hebat bila aku membunuh ayahku ketika dia berburu, membuat aliansi dengan Sultan Muhammad, membawa kehidupan bagi lahan ini dan memberikan bantuan dan dukungan untuk para Muslim." Juzjani mengemukakan bahwa kata2x ini terdengar oleh Genghis Khan yang memerintahkan anaknya diracuni; namun, karena Sultan Muhammad telah meninggal pada 1223, keakuratan kisah ini dipertanyakan. Genghis Khan tahu atas gesekan antara anak2xnya (Terutama antara Chagatai dan Jochi) dan khawatir kalau konflik akan terjadi antara mereka ketika ia mati dan dengan demikian ia memutuskan membagi wilayah kerajaannya untuk anak2xnya dan membuat mereka semua Khan dengan berbagai kewenangan dengan menunjuk anak2xnya sebagai penerus. Chagatai diperhitungkan tidak stabil karena karena sikap dan kebiasaannya dan juga kata2xnya bahwa dia tidak akan mengikuti Jochi kalau dia menjadi pemimpin. Tolui, anak termuda Genghis Khan jelas bukan pilihan utama karena dia adalah yang termuda dan pada adat Mongol, yang termuda tidak diberikan tanggung jawab besar karena umur mereka. Jika Jochi menjadi penerus, kemungkinan Chagatai akan berperang dengannya akan terjadi dan Kekaisaran Mongol takkan bertahan lama. Karena itu Genghis Khan memberikan tahtanya pada Ogedei. Ogedei telah terlihat oleh Genghis Khan sebagai seorang yang dapat diandalkan dan stabil juga rendah hati membuat ia kandidat yang netral yang mungkin dapat meredakan situasi antara saudaranya.