Skip to main content

Bacaan Ringan "SEJARAH PERADABAN BARAT PERIODE KLASIK - PERTENGAHAN - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
Meski dominasi gereja, penindasan pandangan yang berlawanan dan hukuman yang ekstrim, kegiatan pemikiran intelektual saat itu tidak mati, bahkan tetap tumbuh subur. Pencapaian kebijakan St. Augustinus, argumen ontologis St. Anselmus serta kristenisasi filsafat Aristoteles yang dipelopori oleh St. Thomas Aquinas adalah contoh-contoh kegiatan pemikiran teologis yang berkembang subur selama adab pertengahan. Bahkan menurut Hassan Hanafi,[10] St. Augustinus pada waktu itu mampu menggagas filsafat yang menjadi prototipe filsafat Kristen Yunani dan Latin pada masa yang dikenal dengan sebutan Bapak Gereja. Selain itu, filsafat St. Augustinus juga dianggap menjadi “guru” bagi filsafat pasca Augustin, seperti filsafat skolastik, modern maupun yang kontemporer. Oleh karena itu, perlu ditegaskan bahwa sungguhpun pemikiran filsafat dan keilmuan yang secara langsung bertentangan dengan dogma gereja sangat ditekan, namun berbagai ilmu pengetahuan yang terimplikasi dari filsafatnya yang tidak bersifat antagonistik, dapat mengenyam kebebasan yang lebih longgar.

Meskipun demikian, fakta tetap menunjukkan bahwa pada abad pertengahan memendam suatu tragedi pertikaian antara agama dan ilmu pengetahuan. Begitu kerasnya suasana saat itu, sehingga keberadaan seseorang tidak dapat dijamin keselamatannya kecuali dengan saling menyingkirkan satu dengan lainnya. Sebagaimana dapat dilihat pada abad setelahnya, seperti pertikaian yang terjadi pada saat keruntuhan museum Alexandria, peristiwa Erigena dan Wicliff, penolakan keras ahli-ahli bidat abad ke 13 terhadap pemikiran dan penafsiran yang scriptural. Namun, tidak sampai masa Copernicus, Kepler serta Galileo bahwa upaya-upaya ilmu pengetahuan yang tidak dapat dikendalikan lagi telah menembus penghambaan yang membelenggu. Secara bertahap, memang muncul suatu pertentangan antara gereja dan ilmu pengetahuan. Jika lahir suatu kemajuan atau perkembangan, maka keduanya mesti dipisahkan. Konsep inilah yang terpaku dalam benak Barat, yang pada akhirnya menjadi dogma mereka.

Abad ke 14 menjadi saksi awal era baru dalam sejarah Eropa, yang kemudian dikenal dengan istilah renaissance. Setelah berabad di landa kemunduran filsafat dan kemandegan pemikiran, Eropa mulai bangkit secara perlahan dan bertahap melepaskan diri dari genggaman gereja untuk kemudian meraih kembali peradaban Yunani dan Romawi. Filosof-filosof dan para ilmuan renaissance tidak menebarkan aksi pemberontakan secara terbuka, tetapi dengan penuh waspada dan hati-hati mereka menabur benih-benih pencerahan. Pemberontakan terhadap kepercayaan ortodoks di Barat terus berlanjut dan berubah menjadi penolakan total terhadap agama.

Renaissance mencapai puncaknya selama masa pencerahan. Ide atau konsep-konsep yang kuncup pada masa lalu mekar kembali. Ketika itu mulailah tampak kegemilangan Barat yang mendapat pengaruh dari peradaban Yunani dan Romawi. Muncul berbagai isme yang mengukuhkan diri sebagai pengganti kekuasaan ortodoks dan pemikiran pendeta sehingga akal memperoleh kembali kejayaannya. Adapun isme yang muncul dimaksud, seperti: materialisme, rasionalisme dan empirisme.

Pengalaman Eropa selama periode renaissance dan pencerahan telah melahirkan asumsi baru dalam pemikiran Barat, diantaranya:

Kebebasan berpikir dan kemajuan ilmu tidak akan berpengaruh kecuali dengan menundukkan gereja dan merebut dominasi agama tradisional.
Penemuan keilmuan sering berlawanan dengan beberapa pemikiran keagamaan.
Ilmu dan pengetahuan berjalan seiring dengan kebebasan.
Dalam beberapa aspek, agama identik dengan totaliterisme dan pemenggalan terhadap aneka kebebasan.
Akal manusia tidak terbatas dan sanggup menguak sebagian besar gejala yang ada.[11]
Walaupun abad pertengahan merupakan masa yang suram pada dunia Barat, namun sedikit banyaknya tetap memiliki peran dan andil dalam mengusung peradaban Barat modern hingga saat ini.

C.  Penutup
Berdasarkan uraian pada bagian di atas, dapat disimpulkan makalah ini sebagai berikut:

Peradaban Barat adalah peradaban yang berasal dari Yunani dan Romawi, karena kedua wilayah tersebut merupakan wilayah asli bagian Barat. Adapun daerah yang menjadi tempat lahirnya peradaban Yunani adalah daerah Ionia di Asia Kecil dan disusul dengan daerah Athena. Sedangkan daerah Romawi yang menjadi tempat lahirnya peradaban adalah kota Roma.

Orang-orang yang dianggap paling berjasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang filsafat adalah Thales, kemudian dilanjutkan oleh filosof kenamaan yang bernama Socrates, Plato, dan Aristoteles. Mereka itu dianggap menjadi dasar kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban bangsa Barat hingga saat ini.

Dua tradisi pemikiran Barat yang diwariskan oleh Yunani, yaitu kepercayaan terhadap kemampuan akal dan pikiran dalam menjelaskan segenap gejala yang ada; serta pemisahan agama dari segenap ilmu pengetahuan, lembaga sosial dan politik. Berlandaskan pada dua tradisi tersebut, terbentuklah inti filsafat Barat kontemporer.

Peradaban Romawi kembali pada abad pertengahan setelah masa renaissance. Kebangkitan itu ditandai hilangnya dominasi gereja dan mulai berkembang filsafat dan ilmu pengetahuan lainnya. Isme yang Berjaya pada saat itu adalah materialisme, rasionalisme dan empirisme.

DAFTAR PUSTAKA
Altwajri, Ahmed O., Islam, Barat dan Kebebasan Akademis, terj. Mufid, Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1997

Azra, Azyumardi, Konflik Baru Antar Peradaban; Globalisasi, Radikalisme & Pluralitas, Jakarta: RajaGrapindo Persada, 2002.

Bury, J. B., A History of Freedom of Thought, London: Oxford University Press, 1952.

Daya, Burhanuddin, Pergumulan Timur Menyikapi Barat; Dasar-dasar Oksidentalisme, Yogyakarta: Suka Press, 2008.

Hanafi, Hassan, Oksidentalisme, Sikap Kita Terhadap Tradisi Barat, Jakarta: Paramadina, 2000.

Muller, H. J., Freedom in The Ancient World, New York: Harper & Broters, 1961

Tamara, M. Nasir, dan Elza Peldi Taher (ed), Agama dan Dialog Antar Peradaban, Jakarta: Paramadina, 1999.

[1] Olaf Schumann dalam M. Nasir Tamara dan Elza Peldi Taher (ed.), Agama dan Dialog Antar Peradaban, (Jakarta: Paramadina, 1999), hlm. 63.

[2] Burhanuddin Daya, Pergumulan Timur Menyikapi Barat; Dasar-dasar Oksidentalisme, (Yogyakarta: Suka Press, 2008), hlm. 52.

[3] Ibid. hlm. 54.

[4] J.B. Bury, A History of Freedom of Thought, (London: Oxford University Press, 1952), hlm. 13.

[5] Menurut data sejarah, bangsa Yunani baru berhasil memberontak dan membebaskan belenggu diri mereka pada tanggal 25 Maret 1821, dan pada tahun 1828 mereka mendapatkan kemerdekaannya. Sebagai sebuah negara baru yang hanya terdiri dari sebagian kecil dari negara modern mereka, perjuangan untuk membebaskan seluruh daerah yang dihuni oleh bangsa Yunani berlanjut. Pada tahun 1864, kepulauan Ionian disatukan dengan Yunani; tahun 1881 sebagian dari Epirus dan Thessaly. Crete, kepulauan Aegean Timur dan Macedonian ditambahkan pada tahun 1913 dan Thrace Barat tahun 1919. Setelah Perang Dunia II kepulauan Dodecanese juga dikembalikan ke Yunani.

[6] Ahmed O. Altwajri, Islam, Barat dan Kebebasan Akademis, terj. Mufid, (Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1997), hlm. 108.

[7] Lihat penjelasannya dalam Burhanuddin Daya, Pergumulan… hlm. 68.

[8] H. J. Muller, Freedom in The Ancient World, (New York: Harper & Broters, 1961), hlm. 289-290

[9] Contoh kebuasan gereja dengan dalih untuk memelihara kepentingan agama, telah dihukum 40.300 orang sejak tahun 1481 – 1808, dan hampir 30.000 dari mereka dijatuhi hukuman bakar.

[10] Hassan Hanafi, Oksidentalisme, Sikap Kita Terhadap Tradisi Barat, (Jakarta: Paramadina, 2000),hlm. 211.

[11] Ahmed O. Altwajri, Islam…, hlm. 116.

Share this:

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…