Monday, March 30, 2015

Fakta Dunia "GENGHIS KHAN - KHAGAN OF THE MONGOL EMPIRES - PART 5"

http://massandry.blogspot.com
Kekaisaran Khwarezmid (1190–1220)
Genghis Khan watches in amazement as the Khwarezmi Jalal ad-Din prepares to ford the Indus.
Pada awal 1200, Dinasti Khwarezmian dipimpin oleh Shah Ala ad-Din Muhammad. Genghis Khane melihat keuntungan potensi di Khwarezmia sebagai mitra dagang dengan mempergunakan Jalur Sutera, dan dia mengirim rombongan yang terdiri dari 500 orang caravan (Kafilah) untuk menciptakan Jalur perdagangan resmi dengan Kekaisaran tersebut. 

Namun, Inalchuq, Gubernur dari kota Khwarezmian di Otrar, menyerang rombongan dari Mongolia tersebut, menyatakan bahwa terdapat mata2x pada rombongan tersebut dan juga ada konspirasi terhadap Khwarezmia. Situasi menjadi lebih rumit karena Gubernur tersebut menolak untuk membayar atas penjarahan rombongan tersebut dan menyerahkan pelakunya. Genghis Khan lalu mengirim lagi grup kedua yang terdiri dari tiga orang duta (Dua orang Mongol dan seorang Muslim) untuk bertemu langsung dengan Shah daripada Inalchuq. 

Sang Shah mencukur semua orang itu dan orang muslim itu dipenggal, kemudian Shah mengirim kepalanya melalui dua orang duta yang sudah dicukur habis rambutnya itu. Ini merupakan hujatan dan hinaan terhadap Genghis Khan. Genghis Khan dengan murka merencanakan salah satu dari operasi terbesarnya dengan mengumpulkan 200,000 prajurit (20 tumens), jenderal2x terbaiknya dan beberapa putranya. Ia meninggalkan seorang Komandan dan beberapa ribu pasukan di Cina, menunjuk penerusnya dari anggota keluarganya dan melantik Ogedei untuk menjadi penerus utamanya dan pergi menuju Khwarezmia. 

Tentara Mongol dibawah Genghis Khan, Jendral2x dan anaknya menyeberangi Gunung Tien Shan dan memasuki daerah yang dikuasai oleh Kekaisaran Khwarezmia. 

Setelah mengumpulkan intel dari berbagai sumber Genghis Khan dengan berhati2x menyiapkan tentaranya, yang ia bagi menjadi tiga kelompok. Anaknya Jochi memimpin divisi pertama menuju Timur Laut Khwarezmia. Divisi kedua dibawah Jebe maju secara rahasia melalui Tenggara Khwarzemia untuk melakukan serangan dua arah atas Samarkand. Divisi ketiga dibawah Genghis Khan dan Tolui meju melalui Barat Laut dan menyerang Khwarzemia dari arah itu.

Tentara Shah terpecah belah karena perbedaan pendapat dan keputusan Shah untuk membagi tentaranya menjadi grup2x yang lebih kecil terkonsentrasi pada berbagai kota. Keputusan ini menjadi penyebab utama akan kekalahan Khwarezmia, karena memungkinkan tentara Mongol, yang meski kelelahan setelah perjalanan panjang, untuk dapat dengan segera mengalahkan grup2x kecil kekuatan Khwarzemi daripada menghadapi sebuah pertahanan yang terfokus. Tentara Mongol dengan cepat menguasai kota Otrar, dengan mengandalkan kelebihan strategi dan taktik. Genghis Khan memerintahkan eksekusi semua penduduk dan membunuh Inalchuq dengan memasukkan perak lebur melalui mata dan telinganya, sebagai pembalasan atas tindakannya. Di ujung pertempuran Shah memilih melarikan diri daripada menyerah. Genghis Khan memerintahkan Subutai dan Jebe untuk memburunya, memberikan mereka dua tahun dan 20,000 orang. Sang Shah meninggal dengan kondisi yang misterius di sebuah pulau kecil di dalam kerajaannya.

Penaklukan Mongol, meski dari standar mereka, termasuk brutal. Setelah ibukota Samarkand jatuh, ibukota dipindahkan ke Bukhara oleh sisa2x orang, dan Genghis Khan mendedikasikan dua dari Jendralnya untuk meluluhlantakkan seluruh sisa2x kekaisaran Khwarezmid, tidak hanya termasuk bangunan2x pemerintahan, tapi seluruh kota dan bahkan semua petak2x lahan pertanian. Menurut cerita, Genghis Khan bahkan membendung sungai dan mengalihkannya melalui tempat lahir Kaisar Khwarezmid, menghapusnya dari peta.

Penerus dari Shah Jalal Al-Din, yang di dukung oleh kota terdekat, melawan tentara Mongol beberapa kali dengan tentara ayahnya. Namun, Perdebatan internal sekali lagi membuat pasukannya tercerai-berai dan mereka terpaksa meninggalkan Bukhara setelah kekalahan dahsyat berikutnya, yang secara efektif mengakhiri Kekaisaran Khwarezmid. 

Sementara itu, Genghis Khan memilih anak ketiganya Ögedei sebagai penerusnya sebelum tentaranya berangkan, dan juga memerintahkan bahwa Khan2x selanjutnya haruslah turunan langsung darinya. Genghis Khan meninggalkan Muqali, salah satu Jendral kepercayaannya, sebagai komandan tertinggi atas seluruh pasukan Mongol di Jin ketika dia memerangi Kekaisaran Khwarezmid di barat.