Monday, March 30, 2015

Fakta Dunia "GENGHIS KHAN - KHAGAN OF THE MONGOL EMPIRES - PART 7"

http://massandry.blogspot.com
Mongol Empire in 1227 at Genghis Khan's death
Pada 1227, setelah mengalahkan orang Tangut, Genghis Khan meninggal (menurut Sejarah Rahasia Mongol). Alasan mengenai kematiannya tidak jelas dan banyak spekulasi mengenainya. Beberapa sejarahwan mempertahankan pendapat bahwa ia jatuh dari kuda ketika pengejaran darat di Mesir karena luka perang dan kelelahan, yang akhirnya menyebabkan kematiannya. Yang lain cukup yakin bahwa dia terkena penyakit berlarut2x seperti Pneumonia. Kronikle Galician-Volhynian menyatakan bahwa ia terbunuh oleh Tanguts ketika perang. 

Genghis Khan meminta ia dikubur tanpa tanda, sesuai dengan adat sukunya. Setelah ia meninggal, tubuhnya dikembalikan ke Mongol dan diduga ke tempat kelahirannya di Khentii Aimag, dimana banyak yang menduga bahwa ia dikubur dekat Sungai Onon dan Gunung Burkhan Khaldun (Bagian pegunungan Kentii). Menurut legenda, pengiring penguburan membunuh semua yang melintasi jalan mereka untuk menyembunyikan lokasi akhir jasad Genghis Khan. Makam Genghis Khan didirikan bertahun2x setelah kematiannya, adalah kenangan untuknya, tapi bukan tempat ia dibaringkan.

Pada 6 Oktober 2004, Gabungan Arkeolog Jepang dan Mongol menggali dan menemukan apa yang diyakini istana Genghis Khan di pedalaman Mongolia, yang membuka kemungkinan tempat penguburan pemimpin yang hilang itu. Legenda rakyat mengatakan bahwa sebuah sungai dialihkan diatas kuburannya yang membuatnya tidak mungkin ditemukan (Hal yang sama untuk penguburkan Raja Gilgamesh dari Sumeria dan Attila sang Hun). Kisah lain mengatakan bahwa kuburnya di lewati oleh kuda2x yang sangat banyak dan pohon2x yang ditanam diatasnya, dan juga kebekuan membantu menyembunyikan lokasi kuburnya.

Genghis Khan meninggalkan tentara lebih dari 129,000 orang; 28,000 diberikan kepada saudara dan anak2xnya. Tolui, anak termudanya mewarisi 100,000 orang. Pasukan ini terdiri dari Kavaleri elit Mongol. Secara tradisi anak termuda mewarisi milik ayahnya. Jochi, Chagatai, Ögedei Khan, dan anak Kulan: Gelejian memperolah 4,000 orang masing2x. Ibu dan keturunan dari saudara2xnya memperoleh 3,000 orang masing2x. 

Mongol Empire
Kekaisaran Mongol dipimpin oleh sebuah kode sipil dan militer, yang dinamakan Yassa, diciptakan oleh Genghis Khan. Kekaisaran Mongol tidak mementingkan ras dan etnis dalam mengelola administrasi wilayah, daripada pendekatan secara keluarga. Pengecualian untuk Genghis Khan dan keluarganya. Kekaisaran Mongol merupakan salah satu kerajaan dengan jumlah etnis dan budaya yang berbeda dalam sejarah, sesuai dengan wilayahnya. Banyak warga nomad kerajaan menganggap diri mereka Mongol dalam kehidupan militer dan sipil, termasuk Turki, Mongol, dan yang lain termasuk berbagai Khan dari beragam etnis sebagai bagian Kekaisaran Mongol seperti Muhammad Khan.

Ada Pengecualian pajak untuk figur2x Religi, dan untuk beberapa, Guru dan dokter. Kekaisaran Mongol mempraktekan toleransi beragama ke tingkat yang sangat tinggi karena kebudayaan Mongol sendiri telah menganggap bahwa Agama merupakan sesuatu yang sangat personal, dan bukan merupakan subjek dari hukum atau intervensi. Beberapa saat sebelum naiknya Genghis Khan, Ong Khan, guru dan rivalnya, telah mengambik agama Kristen Nestoria. Berbagai suku Mongol mempunyai agama Budha, Muslim, Syamanism atau Kristen. Toleransi beragama menjadi sangat dijunjung di dataran Asia.

Sejarahwan Mongol modern mengatakan bahwa di penghujung hidupnya, Genghis Khan mencoba untuk menciptakan sebuah negara dibawah Yassa Agung yang menetapkan kesetaraan semua individu, termasuk wanita. Namun, tidak ada bukti yang tertulis akan ini, atau pencabutan diskriminasi terhadap rakyat lain seperti Cina. Wanita memerankan peran penting pada Kekaisaran Mongol dan dalam keluarga, contohnya Töregene Khatun memimpin sementara Kekaisaran Mongol sampai Khagan berikutnya dipilih. Sejarahwan Modern menunjuk pada kebijakan yang memperkuat perdagangan dan komunikasi sebagai Pax Mongolica.

Genghis Khan menyadari bahwa dia akan membutuh orang untuk memimpin kota2x dan negara taklukannya. Dia juga menyadara administrator semacam itu tak dapat ditemukan dari rakyatnya karena mereka adalah nomaden dan tidak berpengalaman memimpin kota2x. Untuk tujuan ini Genghis Khan mengundang seorang pangeran Khitan, Chu'Tsai, yang bekerja untuk Jin dan telah ditangkap oleh pasukan Mongol ketika Dinasti Jin kalah. Jin telah berkuasa dengan menggantikan Khitan. Genghis mengatakan kepada Chu'Tsai, yang merupaka salah satu keturunan pemimpin Khitan, bahwa ia telah membalaskan leluhur Chu'Tsai. Chu'Tsai mengatakan bahwa ayahnya telah mengabdi pada Dinasti Jin demikin juga halnya dengan dia; dia tidak menganggap ayahnya sendiri musuhnya, jadi pertanyaan mengenai balas dendam tidaklah mungkin. Genghis Khan sangat kagum akan jawaban ini. Chu'Tsai mengadministrasi bagian2x Kekaisaran Mongol dan menjadi salah satu penasihat dari Khan2x kerajaan Mongol.

Reenactment of Mongol military movement.
Genghis Khan meletakkan kepercayaan absolut kepada Jendral2xnya, seperti Muqali, Jebe dan Subutai, dan menganggap mereka sebagai penasihat yang dekat dengannya, sering kali memberikan mereka hak istimewa yang selayaknya diperoleh oleh kerabat dekat. Dia memperbolehkan mereka mengambil keputusan sendiri ketika mereka berangkat dalam operasi jauh dari Ibukota Kekaisaran Mongol, Karakorum. Genghis Khan mengharapkan loyalitas tanpa batas dari Jendral2xnya, dan memberikan mereka otonomi yang luas dalam mengambil keputusan dalam memimpin. Muqali, seorang Jendral kepercayaan, diberikan komando atas pasukan Mongol melawan Dinasti Jin sementara Genghis Khan berperang di Asia Tengah, dan Subutai juga Jebe diperbolehkan melakukan penyerangan menuju Kaukasus dan Kievan Rus, sebuah ide yang mereka berikan kepada Khagan dengan inisiatif mereka sendiri. Militer Mongol juga sangat sukses dalam Pengepungan Benteng, memotong persediaan dari kota2x dengan mengalihkan sungai, menggunakan tawanan musuh di depan barisan tentara, mengadopsi ide2x baru, teknik dan peralatan dari orang2x yang mereka taklukan, terutama menggunakan alat2x perang dan pembuat senjata Cina dan Muslim untuk membantu kavaleri Mongol menaklukan kota2x. 

Sebuah taktik standar tentara Mongol adalah pura2x mundur untuk menghancurkan formasi musuh dan untuk memancing grup2x kecil musuh jauh dari grup yang lebih besar dan mempertahankan posisi untuk sergapan dan serangan balik.

Sebuah aspek penting lain dalam organisasi militer Genghis Khan adalah jalur kominikasi dan rute pasokan atau Yam, diambil dari model Cina. Genghis Khan memberikan perhatian khusus dalam hal ini untuk mempercepat perolehan intel militer dan komunikasi resmi. Untuk ini, Jalur Yam didirikan di berbagai wilayah dalam kerajaan.

Khanates
Sebelum kematiannya, Genghis Khan telah membagi wilayah kerajaannya untuk anak2xnya Ögedei, Chagatai, Tolui, dan Jochi (Kematian Jochi beberapa bulan sebelum Genghis Khan berarti bahwa tanahnya dibagikan antara anak2xnya, Batu dan Orda) menjadi beberapa Khanates yang disusun sebagai wilayah2x bawahan: Khan2x itu diharapkan untuk mengikuti Khan yang Agung yaitu Ögedei.