Tuesday, March 3, 2015

Bacaan Ringan "SEJARAH PERADABAN BARAT PERIODE KLASIK - PERTENGAHAN - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Oleh: Adnan Mahdi

A. Pendahuluan
Setelah sekian lama peradaban manusia mengukir kejayaannya di Timur, muncul Barat beberapa ribu tahun kemudian. Peradaban baru itu diawali dengan munculnya kajian filsafat pada abad ke-6 SM. Thales telah dianggap sebagai filosof pertama Yunani. Filsafat kian pesat berkembang di Yunani melalui kiprah filosof kenamaan Socrates, Plato dan Aristoteles yang bermuara di sebuah sudut kota bernama Athena.

Semenjak munculnya para filosof di atas, ilmu pengetahuan mulai berkembang di Yunani sebagai embrio lahirnya peradaban Barat. Namun, perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan tersebut seakan-akan terhenti ketika kekaisaran Yunani runtuh, dan pada tahap berikutnya disusul pula dengan runtuhnya kekuasaan Romawi. Setelah berakhirnya dua kekaisaran tersebut, muncullah kekuatan dan kekuasaan gereja sebagai penggantinya. Sejak itu, semua aktivitas keilmuan yang bertentangan dengan dogma gereja akan dimusuhi, bahkan ilmuannya dijatuhi hukuman mati.

Kondisi seperti itu mulai berubah saat memasuki abad pertengahan, dimana semangat renaissance mampu menggerogoti kekuasaan gereja atas masyarakat. Salah satu tujuan renaissance adalah merubah kehidupan sosial dan politik secara radikal berdasarkan posisi moral yang kuat.[1] Kendatipun para filosof dan ilmuan pada masa renaissance itu tidak melakukan perang atau pemberontakan secara nyata, namun usahanya cukup berhasil dalam mengusung peradaban Barat menjadi sebuah peradaban yang modern seperti sekarang ini. Untuk mengetahui kronologis kelahiran peradaban Barat di maksud, akan penulis paparkan secara singkat di bawah ini. Fokus materi yang dibahas hanya terbatas pada sejarah peradaban Barat pada periode Klasik dan Pertengahan saja.

B. Periodesasi Sejarah Peradaban Barat
Peradaban Barat adalah sebuah bangunan sejarah yang bisa dikatakan sangat luas dan kompleks serta memiliki rentang waktu yang cukup panjang. Kendati sedemikian panjangnya rentang sejarah, bisa dipastikan waktunya tidak terlepas dari masa lalu. Untuk itu, pada bagian ini penulis hanya akan memaparkan sejarah peradaban Barat periode awal dan pertengahan saja.

Periode Awal Peradaban Barat
Peradaban Barat adalah peradaban yang bermula dari Yunani dan Romawi, karena kedua wilayah tersebut merupakan wilayah asli bagian Barat. Jika menoleh sejarah ke belakang, ternyata Yunani dan Romawi merupakan bangsa yang memiliki budaya senang berperang. Walaupun kedua wilayah tersebut telah mengalami kemajuan ilmu pengetahuan di segala bidang kehidupan sejak masa lalu, namun kesenangan berperang masih terlihat sampai saat ini, sehingga boleh dikatakan bahwa Yunani dan Romawi benar-benar memiliki watak dan bakat berperang.

Terlepas dari watak aslinya tersebut, yang jelas bangsa Yunani tetap menganggap diri mereka sebagai Hellenes atau makhluk beradab, sedangkan bangsa lain dianggapnya sebagai bangsa yang tidak beradab atau biadab.[2] Berdasarkan pandangan hidup seperti itu, mereka mulai mengembangkan kekuasaan dengan membangun koloni-koloni di Barat dan Timur, seperti di Sicilia dan bagian selatan Italia. Kedua koloni itu dikenal dengan sebutan Magna Graecia atau Great Greece yang berarti Yunani Agung. Usaha membangun koloni tersebut terus berlangsung sehingga Yunani memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas, dan hal ini sangat memudahkan mereka untuk memperoleh berbagai komoditi. Salah satu komoditi yang sangat diprioritaskan adalah bahan logam untuk melengkapi persenjataan militer mereka yang banyak terdapat di Italia bagian tengah.

Logam-logam yang terkumpul itu, selanjutnya dibuat senjata-senjata baru, seperti pedang dan baju perang. Berapa pun biaya untuk kebutuhan perang dan angkatan bersenjata, semuanya disediakan, yang penting misi militer harus unggul dan kota-kota yang sudah berhasil dibangun, dapat dipertahankan semaksimal mungkin.

Persenjataan lengkap yang dimiliki militer Yunani itu, membuat mereka semakin tangguh dan sulit dikalahkan oleh bangsa lain. Misalnya, peperangannya dengan bangsa Phoenicia dan Persia, Yunani memperoleh kemenangan. Kemenangan demi kemenangan yang diperolehnya tersebut, menjadikan Yunani sebagai bangsa yang sulit terkalahkan dengan daerah kekuasaan yang luas serta persenjataan yang lengkap dan canggih pada masa itu. Kondisi itu pula yang mendukung berkembangnya ilmu dan kefilsafatan serta seni dan sastra. Misalnya, dalam usaha mendapatkan kebenaran, orang Yunani telah menemukan ilmunya melalui penelitian yang sistematis dan analisis-analisis argumentatif. Menurut mereka, penelitian dan argumentasi yang cermat adalah kebajigan serta tuntunan ke arah menemukan kebenaran. Ini berarti, apa pun dasar-dasar primanya dan kekuatan-kekuatan misterius yang terkandung di dalamnya, alam dunia dan jagat raya hampir seluruhnya tertata secara rasional dan pekerjaannya saling berhubungan. Oleh sebab itu, semuanya bisa ditelitidan diurai oleh akal manusia. Asumsi inilah yang menjadi intisari dari ilmu pengetahuan Barat, yang bermula dari Ionia.[3] Terkait dengan hal ini, J.B Bury[4] mengatakan bahwa Ionia di Asia kecil adalah tempat kelahiran pemikiran bebas. Sejarah ilmu pengetahuan dan filsafat Eropa bermula dari Ionia ini.