Skip to main content

Tokoh Islami "ENAM PULUH SAHABAT UTAMA RASUL - KHALID BIN WALID - PART 9"

http://massandry.blogspot.com
Dan akhirnya jenazah pahlawan besar ini keluar dari rumah­nya diusung oleh para shahabatnya. Ibu dari sang pahlawan memandangnya dengan kedua mata yang bercahaya memper­lihatkan kekerasan hati tapi disaput awan dukacita, lalu melepas­nya dengan kata-kata:

“Jutaan orang tidak dapat melebihi keutamaanmu ….
Mereka gagah perkasa tapi tunduk di ujung pedangmu ….
Engkau pemberani melebihi singa betina ….
Yang sedang mengamuk melindungi anaknya ….
Engkau lebih dahsyat dari air bah ….
Yang terjun dari celah bukit curam ke lembah …. “

Umar mendengar ucapan tersebut, maka hatinya bertambah duka dan terharu, dan air mata beliau semakin jatuh berderai,lalu katanya:

“Benar ucapannya itu … ! Demi Allah sungguh- sungguh demikian . . . “

Dan tinggallah pahlawan itu di pembaringannya. Para sha­habatnya tegak berdiri dengan khusu’nya; dunia sekeliling mereka hening, tenang dan sepi …. Keheningan yang meng­harukan itu, tiba-tiba dipecahkan oleh bunyi ringkik dan dengus kuda yang datang — sebagaimana yang dapat kita bayangkan — sesudah melepaskan tali kekangnya, segera mendompak dan melompat lalu berlari melintasi jalan-jalan kota Madinah menyusul dari belakang jenazah tuannya, pemilik dan penunggang­nya, sementara keharuman dan kewangian jenazah itu semerbak membawanya ke arah tujuan ….

Sewaktu kuda itu sampai ke dekat kumpulan orang-orang yang sedang termenung menghadapi permukaan kubur yang masih basah, digerak-gerakkannya kepalanya bagaikan mengibar­kan panji perang, disertai dengan dengusan yang merendah . . . tak ubahnya seperti yang dilakukannya selagi pahlawannya masih hidup meracak punggungnya, pergi bertempur menggoncangkan istana-istana dan takhta kerajaan Persi dan Romawi, menghilangkan segala angan-angan keberhalaan dan kedurhakaan, dan mengikis habis segala kekuatan kemusyrikan dan kemundur­an yang merintangi jalan Islam ….

Ia terhenti sembari matanya nanap menatap kubur tak berkisar sedikit pun. Digoyang-goyangkannya kepalanya naik turun, seakan-akan melambai-lambaikan kepada tuan dan pah­lawannya, memberi hormat dan menyampaikan salam per­pisahan ….

Kemudian ia tertegun pula, dengan kepala terangkat ke atas disertai kening meninggi . . . , dan dari cekuk di bawahnya mengalirlah air matanya yang deras tak terbendung lagi.

Kuda ini telah diwakafkan Khalid bersama pedangnya untuk jalan Allah. Tetapi adakah orang berkuda lainnya yang sanggup menungganginya sesudah Khalid . . . ? Maukah ia merendahkan punggungnya bagi orang lain? Hai, pahlawan yang selalu jaya, wahai fajar di setiap malam . . . !

Sesungguhnya kamu mengangkat tinggi moral pasukanmu, dengan ucapan setiap bergerak maju:

“Di kala shubuh datang menjelma, pejalan-pejalan malam memuji suka”. (Hendak mencapai kesenangan, haruslah dengan bersusah payah lebih dahulu).

Hingga kata-katamu itu telah menjadi kata-kata bersayap!

Nah, inilah kamu, telah kamu selesaikan perjalanan malam­mu! Maka puji-pujianlah untuk waktu pagi-pagimu, wahai Abu Sulaiman! Sebutan namamu amat mulia, harum mewangi, kekal abadi, wahai Khalid! Dan biarkanlah kami . . . mengulang-ulangi bersama Amirul Mu’minin ucapan kata-katanya yang sedap, manis dan indah yang digunakannya untuk meratapi dan melepas kepergianmu:

“Rahmat Allah bagi Abu Sulaiman”.
“Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada yang di dunia”.
“Ia hidup terpuji dan berbahagia setelah mati”.

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…