Skip to main content

Tokoh Islami "ENAM PULUH SAHABAT UTAMA RASUL - KHALID BIN WALID - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Keadaannya memang aneh. Dia lah yang dulunya menjadi pembunuh kejam yang menggentarkan Kaum Muslimin dalam perang Uhud, kemudian ia pula yang jadi komandan perang yang mengecutkan hati setiap penentang Islam di belakang hari . . . !

Marilah kita ceriterakan kisahnya dari bermula. Tetapi dari permulaan yang mana, ya? Karena ia sendiri hampir tak tahu di mana kehidupannya bermula, kecuali di hari itu, di mana ia bersalaman dan berjabatan tangan dengan Rosululloh, berjanji dan bersumpah setia ….

Kalau sekiranya ia mampu, ia ingin sekali mengikis habis dari sejarah hidupnya semua peristiwa dan kejadian di hari-hari dan tahun-tahun yang telah berlalu Kalau begitu, marilah kita mulai saja dari peristiwa yang me­ngesankannya . . . , saat-saat gemilang yang membahagiakan, di mana kalbunya tunduk kepada Allah, jiwanya menemukan sentuhan rahmat Alloh Maha Rohman, Tuhan yang daripada-Nya datang segala rohmat karunia.

Jiwanya memancarkan kerinduan kepada Agama-Nya, kepada Rosul-Nya dan kepada keinginan mempertaruhkan nyawa sebagai syahid dalam membela ke­benaran guna menanggalkan dan membuang jauh-jauh dari pundaknya semua dosa dan kekeliruannya di masa yang lalu dalam mempertahankan yang bathil.

Di suatu hari ia melakukan dialog dengan dirinya pribadi dan menggunakan fikiran sehat untuk merenungkan Agama baru, yang panji-panji kebenarannya selalu bertambah cemerlang hari demi hari, semakin tinggi menjulang. Ia bermohon kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib, kiranya Ia mengulur­kan jalan petunjuk . . . , lalu bercahayalah ke dalam hatinya keyakinan yang menggembirakan. Ia berkata kepada dirinya.

“Demi Allah, sungguh telah nyata bukti-buktinya . . .! Sungguh laki-laki itu adalah Rosul . . . ! Lalu, sampai kapan . . . ?? Ah, aku akan pergi berangkat, demi Allah, aku akan masuk Islam “.

Nah, marilah kita dengarkan ia — rodhiallohu ‘anhu — menceriterakan perjalanannya penuh berkat kepada Rosululloh saw. dan keberangkatannya dari Mekah ke Madinah, guna mengambil tempatnya kelak dalam kafilah Kaum Muslimin:

“Aku menginginkan seseorang yang akan menjadi teman seperjalanan, lalu kujumpai Utsman bin Thalhah; kuceriterakan kepadanya apa maksudku, dan ia pun segera menyetujuinya. Kami ke luar berangkat bersama-sama waktu parak siang …. Sewaktu kami sampai di suatu dataran tinggi, tiba-tiba kami bertemu dengan ‘Amr bin ‘Ash.

Ia mengucapkan salam dan kami membalasnya. Kemudian ia bertanya: “Mau ke mana tuan-tuan ini?” Maka kami beritakan kepadanya maksud tujuan kami; ia balik memberitakan maksud­nya hendak menjumpai Nabi pula, hendak masuk Islam.

Maka berangkatlah kami bersama-sama sehingga sampai ke kota Madinah di awal hari bulan Safar tahun yang kedelapan Hijriyah. Di kala aku telah dekat dengan Rosululloh saw., aku segera memberi salam kenabiannya, Nabi pun membalas salamku dengan muka yang cerah. Aku pun masuk Islam dan mengucap­kan syahadat yang haq . . .

Maka sabda Rasul:

“Sungguh aku telah mengetahui bahwa anda mempunyai akal sehat, dan aku mengharap, akal sehat itu hanya akan menuntun anda kepada jalan yang baik . . .”

“Aku berjanji setia (bai’at) kepada Rosululloh, lalu kataku: “Mohon anda mintakan ampun untukku terhadap semua tindak­an masa laluku yang menghalangi jalan Allah . . .”

Beliau menjawab:

“Sesungguhnya keislaman itu telah menghapuskan segala perbuatan yang lampau.”
Kataku pula: “Sekalipun demikian ya Rasulallah . .. .”.

Maka beliau pun mengucapakn do’a:

“Ya Allah, aku mohon engkau ampuni dosa Khalid ibnul Walid terhadap tindakannya menghalangi jalan-Mu di masa lalu.”

Sesudah itu datang pula ‘Amr bin Ash, kemudian Utsman bin Thalhah keduanya sama-sama memeluk Islam dan berjanji setia kepada Rosululloh”.

Adakah anda perhatikan ucapannya kepada Rasul: “Mohon anda mintakan ampun terhadap semua dosa-dosaku masa lalu dalam menghalangi jalan Allah?”

Orang yang memperhatikan ucapan tersebut dengan mata lahir maupun mata bathinnya, akan dapat memahami dengan jelas apa yang belum diketahuinya dari riwayat hidup orang yang sekarang menjadi pahlawan Islam dan Pedang Allah ini….!

Dan setelah sampai ke taraf-taraf tersebut dalam kisah kehidupan Khalid, maka ucapannya itulah yang akan menjadi dalil dan alasan kita untuk memahami pendirian itu dan me­nafsirkannya ….

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…