Skip to main content

Tokoh Islami "ENAM PULUH SAHABAT UTAMA RASUL - QEIS BIN SAAD BIN ‘UBADAH - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
Di sini Qeis memperoleh kesempatan yang menguntungkan untuk mempergunakan kecerdasannya dengan berencana. Ia telah mengetahui berkat kecerdasannya bahwa Mu’awiyahlah yang memegang peranan dalam memfitnahnya, setelah ia gagal menarik Qeis ke pihaknya untuk memusuhi Imam Ali dan mempergunakan kepemimpinannya untuk membantunya.

Maka untuk mematahkan tipu daya tersebut, Qeis mem­perkuat sokongannya terhadap Ali dan terhadap kebenaran yang diwakili Ali. Seorang pemimpin yang saat itu tempat tersangkut­nya kesetiaan dan kepercayaan teguh dari Qeis bin Sa’ad bin ‘Ubadah ….

Demikianlah, tidak sedikit pun dirasakannya bahwa Imam Ali telah memecatnya dari Mesir …. Bagi Qeis, tak ada artinya wilayah kekuasaan, tak ada artinya pangkat kepemimpinan dan jabatan. Semuanya itu baginya hanyalah sekedar sarana guna mengabdikan diri bagi aqidah dan Agamanya ….

Sekalipun jabatan Kepala Daerah di Mesir itu merupakan suatu jalan untuk mengabdikan diri kepada yang haq, namun kedudukan di dekat Imam Ali di medan laga adalah suatu jalan lain yang tak kurang penting dan menggairahkan ….

Keberanian Qeis mencapai puncak kejujurannya dan kema­tangannya sesudah syahidnya Ali dan dibai’atnya Hassan . . . . Sesungguhnya Qeis memandang Hassan r.a. sebagai tokoh yang cocok menurut syari’at untuk jadi Imam (Kepala Negara), maka berjanji setialah ia kepadanya, dan berdiri di sampingnya sebagai pembela, tanpa memperdulikan bahaya yang akan menimpa.

Dan di kala Mu’awiyah memaksa mereka untuk menghunus pedang, bangkitlah Qeis memimpin lima ribu prajurit dari orang-orang yang telah mencukur kepala mereka sebagai tanda ber­kabung atas wafatnya Ali.

Hassan mengalah dan lebih suka membalut luka-luka Muslimin yang telah sedemikian parah, maka disuruhnya menghentikan perang yang telah menghabiskan nyawa dan harta itu, lalu berunding dengan Mu’awiyah dan kemudian bai’at kepadanya.

Di sinilah Qeis mulai merenungkan lagi masalah tersebut, maka menurut pendapatnya, sekalipun pendirian Hassan adalah benar, maka pasukan Qeis tetap menjadi tanggung jawabnya dan pilihan terakhir terletak atas hasil keputusan musyawarah. Maka semua mereka dikumpulkannya, lalu ia berpidato di hadapan mereka sambil berkata:

“Jika kalian menginginkan perang, aku akan tabah berjuang bersama kalian sampai salah satu di antara kita diambil maut lebih dulu! Tapi jika kalian memilih perdamaian maka aku akan mengambil langkah-langkah untuk itu . . . “

Pasukan tentaranya memilih yang kedua maka dimintanya keamanan dari Mu’awiyah yang memberikannya dengan penuh sukacita, karena dilihatnya taqdir telah membebaskannya dari musuhnya yang terkuat, paling gigih serta berbahaya . . . !

Pada tahun 59 H. di kota Madinah al-Munawwarah, telah pulang ke Rahmatullah seorang pahlawan, yang dengan ke­islamannya dapat mengendalikan kecerdikan dan keahlian tipu muslihatnya serta menjadikannya obat penawar bisa.

Telah berpulang tokoh yang pernah berkata:

“Kalau tidaklah aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: “Tipu daya dan muslihat licik itu di dalam neraka” Niscaya akulah yang paling lihai di antara ummat ini . . . !”

Ia telah tiada dalam kedamaian, dengan meninggalkan nama harum sebagai seorang laki-laki yang jujur, terus terang, der­mawan dan berani ….

Benar . . . , ia telah berpulang dengan mewariskan pusaka nama baik seorang laki-laki yang terpercaya, baik tentang watak keislamannya maupun tentang tanggung jawab dan menepati janji

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…