Friday, May 29, 2015

Tokoh Islami "ENAM PULUH SAHABAT UTAMA RASUL - ZAID BIN TSABIT - PART 3"

http://massandry.blogspot.com

Tetapi taufik Allah mendampinginya, dan selain itu janji-Nya pun bersamanya, firman-Nya:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَ إِنَّا لَهُ لَحافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami yang menurunkan peringatan (al- Quran), dan sesungguhnya Kamilah yang memelihara­nya… !” (Q.S. 15 al-Hijr: 9).

Maka berhasillah Zaid melaksanakan tugasnya yang penting itu, dan telah diselesaikannya kewajiban dan tanggung jawabnya sebaik-baiknya ….

Ini merupakan tahap pertama menghimpun al-Quran …. Tetapi penghimpunan kali ini masih tertulis dalam banyak mashaf. Dalam mashaf-mashaf itu ada perbedaan-perbedaan tanda-tanda harakat yang merupakan formalitas belaka, namun pengalaman meyakinkan para shahabat Rasul saw. keharusan mempersatukan semua dalam satu mashaf saja.

Maka di masa Khalifah Utsman r.a. di kala Kaum Muslimin terus-menerus melanjutkan perjuangannya dalam membebaskan ummat manusia dari penindasan penguasa di negeri-negeri lain, meninggalkan kota Madinah dan merantau ke pelosok-pelosok yang jauh … di saat setiap harinya orang berbondong-bondong masuk Islam dan berjanji setia kepadanya, waktu itu tampaklah dengan jelas hal-hal yang berbahaya yang diakibatkan oleh ber- bilangnya mashaf, yakni timbulnya perbedaan bacaan terhadap al-Quran, sampai-sampai di kalangan para shahabat yang mula- mula dan angkatan pertama ….

Oleh karena itu, segolongan shahabat r.a. yang dikepalai oleh Hudzaifah ibnul Yaman tampil menghadap Utsman, dan menjelaskan keperluan yang mendesak untuk menyatukan mashaf …. Khalifah pun melakukan shalat istikharah kepada Tuhannya dan berunding dengan shahabat-shahabatnya …. Dansebagaimana Abu Bakar dulu meminta tenaga Zaid bin Tsabit, sekarang Utsman meminta bantuan tenaganya pula ….

Zaid lalu mengumpulkan shahabat-shahabat dan orang-orang yang dapat membantunya. Mereka ambil beberapa mashaf dari rumah Hafshah puteri Umar r.a. yang selama ini dipelihara dengan baik di sana. Dan mulailah Zaid dan para shahabatnya menggarap pekerjaan ini….

Semua mereka yang membantu Zaid adalah penulis-penulis wahyu dan penghafal-penghafal al-Quran …. Namun, bila ter­dapat perbedaan — dan ternyata sedikit sekali terdapat perbedaan itu — mereka selalu berpegang kepada petunjuk dan pendapat Zaid dan menjadikannya sebagai alasan kuat dan kata putus!.

Dan sekarang di kala kita dapat membaca al-Quranul Karim itu dengan mudah . . . atau kita mendengarnya dibaca orang dengan dilagukan . . . hampir-hampir tidak terbayang dalam pikiran kita kesukaran-kesukaran hebat yang dialami oleh orang- orang yang telah ditentukan Allah untuk menghimpun dan memeliharanya . . . !

Sungguh, tak ada bedanya dengan kedahsyatan yang mereka alami dan nyawa-nyawa yang mereka qurbankan, di kala mereka berjihad di jalan Allah, untuk mengukuhkan berdirinya Agama yang benar di muka bumi ini, dan melenyapkan kegelapan dengan cahayanya yang berderang ….