Skip to main content

Tokoh Islami "ENAM PULUH SAHABAT UTAMA RASUL - UMEIR BIN SA'AD - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
“Di suatu hari jalan-jalan kota Madinah menyaksikan seorang laki-laki dengan rambut kusut dan tubuh berdebu. Ia diliputi kelelahan karena berjalan jauh. Langkah-langkahnya seakan-akan tercabut dari tanah disebabkan lamanya kepayahan dalam perjalanan, dan tenaganya yang sudah habis terkuras …. Di atas pundak kanannya terdapat buntil kulit dan sebuah piring . . . sedang di pundak kirinya kendi berisi air . . . ! Ia bertelekan pada sebuah tongkat, yang tidak akan terasa berat bila dibawa oleh orang yang kurus dan lemah …. Ia menghampiri majlis Umar dengan langkah yang gontai, lalu ucapnya: “Assalamu- ‘alaikum ya Amirul Mu’minin . . .!”

Umar membalas salamnya kemudian menanyainya. Hatinya sedih melihatnya dalam ke­adaan payah dan letih itu. “Apa kabar hai Umeir?” Jawab Umeir: “Keadaanku sebagaimana yang anda lihat sendiri …. Bukankah anda melihat aku berbadan sehat dan berdarah bersih, dan dunia di tanganku yang dapat kukendalikan semauku . . .”

Apa yang kamu bawa itu? — Yang kubawa ialah buntil atau bungkusan tempat membawa bekal . . . , piring tempat aku makan, kendi tempat air minum dan wudlu, kemudian tongkat untuk bertelekan dan guna melawan musuh jika datang meng­hadang …. Demi Allah, dunia ini tak lain hanyalah pengikut bagi bekal kehidupanku . . . !

— Apakah anda datang dengan berjalan kaki? — Benar! —
— Apa tak ada orang yang mau mem­berikan binatang kendaraannya untuk kamu tunggangi . . . ? —
— Mereka tidak menawarkan dan aku tidak pula memintanya. —
— Apa yang kamu lakukan mengenai tugas yang kami berikan padamu? —
— Aku telah mendatangi negeri yang anda titahkan itu. Orang-orang shaleh di antara penduduknya telah kukumpulkan. Kuangkat mereka mengurus pemungutan pajak dan kekayaan negara.’ Bila telah terkumpul, kupergunakan kembali pada tempatnya yang wajar untuk kepentingan mereka. Dan kalau ada kelebihan, tentulah sudah kukirimkan ke sini . . . ! —
— Kalau begitu kau tak membawa apa-apa untuk kami? —
— Tidak . . . ! —

Maka berserulah Umar dalam keadaan bangga dan berbaha­gia:

“Tetapkan kembali jabatan gubernur bagi Umeir .. . !” yang dijawab oleh Umeir dengan mengelakkan diri secara bersungguh- sungguh, katanya: “Masa yang demikian itu telah berlalu .. . aku tak hendak menjadi pegawai anda lagi, atau pegawai pejabat setelah anda . . . !”

Cerita ini bukanlah skenario yang kami atur sendiri, dan bukan pula cerita yang dibuat-buat . . . tetapi benar-benar peris­tiwa sejarah yang pada suatu masa pernah disaksikan oleh bumi Madinah selaku ibu kota Islam yakni di saat-saat kejayaan dan kebesarannya. Maka dari tipe golongan manakah tokoh-tokoh utama dan luar biasa itu … ?

Selalulah Umar r.a. mengangankan dan mengatakan: “Aku ingin sekali mempunyai beberapa orang laki-laki yang seperti Umeir akan jadi pembantuku untuk melayani Kaum Muslimin ….”.

Sebabnya, Umeir yang dilukiskan oleh para shahabatnya sebagai “tokoh yang tak ada duanya” benar-benar telah me­ningkat naik dan dapat mengatasi kelemahan dirinya selaku manusia berhadapan dengan harta benda dunia dan kehidupan yang penuh dengan onak dan duri ini ….

Di waktu ia diharus­kan melaksanakan pemerintahan dan pemimpin, maka keduduk­annya yang tinggi itu hanya semakin menambah sifat wara’ dari orang suci ini, dengan perkembangan, pertumbuhan dan kecemerlangan ….

Ketika ia menjabat sebagai gubernur di Homs itu ia telah menggariskan tugas kewajiban seorang kepala pemerintahan Islam dalam kata-kata yang selalu diutarakannya dalam meng­gembleng Kaum Muslimin dari atas mimbar. Kata-kata itu demikian bunyinya:

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Islam mempunyai dinding teguh dan pintu yang kukuh …. Dinding Islam itu ialah keadilan . . . sedang pintunya ialah kebenaran …. Maka apabila dinding itu telah dirobohkan, dan pintunya didobrak orang, Islam pun akan dapat dikalahkan. Islam akan senan­tiasa kuat selama pemerintahannya kuat. Kekuatan peme­rintah tidak terletak dalam angkatan perang, atau keperkasa­an angkatan kepulisian …. Tetapi dalam realita pelaksana, melaksanakan segala ketentuan dengan jujur dan benar disertai menegakkan keadilan . . . !”

Dan sekarang dalam kita melepas Umeir . . . dan menghor­matinya dengan penuh kebesaran dan hati yang khusyu’, marilah kita menundukkan kepala dan kening kita:

Bagi sebaik-baik guru, yaitu Nabi Muhammad ….
Bagi ikutan orang-orang taqwa, yakni Nabi Muhammad ….
Bagi pembawa rahmat Allah yang dilimpahkan kepada umat manusia sepanjang hayatnya ….
Semoga shalawat dan salam-Nya terlimpah kepadanya Begitu pun ucapan selamat dan berkah-Nya …. Semoga ter­limpah pula salam atas keluarganya yang suci ….
Begitupun terlimpah atas para shahabatnya yang terpuji. . . !

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…