Skip to main content

Tokoh Islami "ENAM PULUH SAHABAT UTAMA RASUL - ZAID BIN TSABIT - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Dan turunnya wahyu itu selama jangka waktu kerasulan, di sela-sela peristiwa di mana Nabi selesai menghadapi suatu peperangan, kembali menghadapi peperangan yang lain … di kala ia menggagalkan suatu tipu muslihat perang musuh, beralih menghadapi muslihat mereka yang lain, dan yang lain lagi. . . dan di saat beliau membina dunia baru, yakni baru dengan arti seluas kata . . . wahyu itu tetap turun, sedang Rasul membacakan dan menyampaikannya.

Maka di sanalah ada satu kelompok yang diberkati yang menumpahkan segala minat dan perhatian mereka terhadap al-Quran sejak hari-hari pertama …. Sebagian tampil menghapalkannya sekuasanya, dan sebagian yang lain mempunyai keterampilan menulis, memelihara ayat-ayat tersebut dengan tulisan-tulisan mereka.

Dalam jangka waktu lebih kurang duapuluh satu tahun, di mana al-Quran turun ayat demi ayat, atau beberapa ayat disusul oleh beberapa ayat, sesuai dengan tuntutan keadaan dan sebab-sebabnya, maka mereka yang ahli menghafal dan menulis­kannya itu, dalam melaksanakan amal pekerjaan mereka, men­dapat taufik yang besar dari Allah Ta’ala ….

Al-Quran tidak turun sekaligus atau sekali onggok, karena ia bukanlah kitab yang dikarang atau artikel yang disusun …. Sesungguhnya ia adalah suatu dalil dan pedoman bagi suatu ummat baru yang dibangun secara alamiah, sebingkah demi sebingkah dan hari demi hari, hingga bangkitlah ‘aqidah dan keyakinan, terbentuk perasaan hatinya, akal pikiran dan iradat kemauannya menurut kehendak ilahi. Ia tidak memerlukan alasan, tetapi menuntun dan menggembleng manusia dari ummat ini untuk menempuh jalan ketaatan yang sempurna menuruti kehendak Allah swt.

Oleh karena itu al-Quran datang secara berkala dan terbagi-bagi, sesuai dengan keperluan yang terjadi dalam perjalanannya yang terus berkembang dan situasi yang selalu berubah serta kendali yang berbeda arah ….

Sebagaimana telah kami utarakan dahulu, tidak sedikit ahli baca dan ahli hafal al-Quran yang mencatat atau menuliskannya. Di antara pemimpin-pemimpinnya ialah Ali bin Abi Thalib, Ubai bin Ka’ab, Abdullah bin Mas’ud dan Abdullah bin Abbas, serta seorang yang mempunyai kepribadian yang mulia yang sedang kita bicarakan sekarang ini, Zaid bin Tsabit, moga-moga Allah ridla kepada mereka semua ….

Sesudah sempurna turun wahyu, dan pada masa-masa yang terakhir dari turunnya Rasul mengulang membacakannya kepada Muslimin, dengan menertibkan susunan surat-surat dan ayat-ayat nya ….

Dan sesudah wafatnya saw. Kaum Muslimin segera disibukkan oleh peperangan menghadapi kaum yang murtad Dalam pertempuran Yamamah yang telah kita bicarakan dahulu, yakni di kala membicarakan Khalid bin Walid dan Zaid bin Khatthab, banyak qurban berjatuhan sebagai syuhada’ dari golongan ahli baca dan ahli hafal al-Quran .

Keadaan itu meng­khawatirkan. Dan belum lagi api kemurtadan padam, maka Umar dengan rasa cemas, segera menghadap Khalifah Abu Bakar Shiddiq r.a. dan dengan gigih memohon kepada beliau agar para qari’ dan huffadh segera diperintahkan menghimpun al-Quran sebelum mereka keburu gugur atau mati syahid ….

Khalifah pun bershalat istikharah kepada Tuhannya . . . lalu berunding dengan para shahabatnya dan kemudian memanggil Zaid bin Tsabit, sembari berkata kepadanya:

“Kamu adalah seorang anak muda yang cerdas, kami tidak meragukan kamu . . . !” Lalu diperintahkannya untuk segera memulai untuk menghimpun al-Quranul Karim, dengan meminta bantuan para ahli yang berpengalaman dalam soal ini.

Maka bangkitlah Zaid melakukan amal bakti yang kepadanya tergantung masa depan Islam seluruhnya sebagai suatu Agama . . . ! Dalam melaksanakan tugas yang sangat besar dan penting ini Zaid berhasil dengan amat gemilang. Tiada henti-hentinya la bekerja menghimpun ayat-ayat dan surat-surat dari dada para penghafal dan dari catatan serta tulisan, dengan meneliti dan mempersamakan serta memperbandingkan satu dengan lainnya, hingga akhirnya dapatlah dihimpun al-Quran yang tersusun dan teratur rapi….

Amal karyanya ini dinilai bersih oleh kata sepakat para shahabat moga-moga ridla Allah kepada mereka yang hidup semasa dengan Rasul dan selalu mendengarkannya dari beliau selama tahun-tahun kerasulan, teristimewa para ulama, para penghafal dan penulisnya ….

Dan berkatalah Zaid di waktu ia melukiskan kesukaran besar yang dihadapinya mengingat kesucian tugas dan kemuliaan­nya: “Demi Allah, seandainya mereka memintaku untuk me­mindahkan gunung dari tempatnya, akan lebih mudah kurasa dari perintah mereka menghimpun al-Quran . . . !”

Benarlah . . . , sesungguhnya Zaid lebih suka memikul satu atau beberapa gunung di atas pundaknya, daripada ia sampai tersalah bagaimanapun kecilnya dalam menuliskan ayat atau menyusunnya jadi surat sesuai dengan yang pernah dituntunkan oleh Rasulullah. Tak ada bahaya atau kecemasan yang lebih besar menimpa hati nuraninya dan Agamanya …. melebihi kesalahan seperti ini, bagaimanapun juga kecilnya dan tanpa disengajanya ….

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…