Friday, April 17, 2015

Tokoh Islami "BARRAH RADHIALLAHU 'AN BINTI AL-HARITS BIN HAZM BIN BUJAIR BIN HAZM BIN RABIAH BIN ABDULLAH BIN HILAL BIN AMIR BIN SHA'SHAAH (602- 681 M) - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Maimunah adalah seorang wanita pemberani dan berjiwa patriotik. Bahkan dia tak segan-segan bersikap tegas dan keras kepada para pelaku kemaksiatan. Hadits, Ibnu Sa'ad menyebutkan, dari Yazid bin Al-Asham, dia berkata, "Pada suatu hari, seorang laki-laki kerabat Maimunah datang kepadanya. Dari laki-laki tersebut tercium bau minuman keras. Lantas Maimunah berkata dalam keadaan marah, 'Demi Allah, mengapa engkau tidak keluar ke tengah-tengah kaum muslimin, lantas mereka akan mencambukmu?" atau dalam riwayat lain dia berkata," Engkau jangan datang lagi kepadaku setelah hari ini, selamanya. " Maimunah kemudian menyuruh keluar, dan kerabatnya itu pun keluar.

Maimunah adalah wanita pemberani dan berjiwa patriotik, dia tak segan-segan bersikap keras kepada para pelaku kemaksiatan. Sungguh, tindakannya tersebut merupakan sikap patriotik biasa dari seorang wanita mulia lagi pemberani. Kemarahannya kepada seorang pemabuk itu diungkapkan di jalan yang benar, yaitu jalan Allah. Dengan begitu, dia berupaya untuk mematuhi perintah Allah dan menerapkan hukum-Nya, sekalipun harus menerapkannya kepada kerabatnya sendiri.

Demi tegaknya hukum Allah, dia tidak merasa kasihan kepada siapa pun. Apa yang dilakukan Maimunah merupakan sikap wara'  yang benar dan menjadi hiasan baginya di sisi Allah. Seseorang yang memejamkan matanya (tidak peduli) ketika melihat saudara atau kerabatnya melanggar hukum Allah, maka dia bukan muslim yang beriman dengan benar. 

Prioritas Maimunah binti Al-Harits tidak terbatas pada kekuatan iman, takwa, wara ', zuhud, dan kejujuran saja. Lebih dari itu, dia adalah seorang sahabat wanita yang memiliki kontribusi banyak dalam ranah jihad fi sabilillah . Ia ikut membantu mengobati tentara Islam yang terluka, membawa air dan menuangkannya ke mulut para mujahid yang kehausan di medan tempur. Tak hanya itu, dia juga membawakan untuk mereka perbekalan makanan. Ada yang mengatakan bahwa Maimunah adalah sahabat wanita pertama yang membentuk kelompok perempuan pemberi pertolongan kepada orang-orang terluka, atau orang-orang yang berjihad.

Dalam jihadnya di jalan Allah, dia pernah terkena panah musuh ketika sedang membawakan air untuk prajurit Islam yang telah lemah. Kalau bukan karena pertolongan Allah, hampir saja panah tersebut membunuhnya. Totalitas tanpa batas Maimunah dalam perjuangan Islam tak usah diragukan lagi. Dia layak menjadi teladan untuk seluruh kaum muslimin, terutama para muslimah, agar bersama-sama memperjuangkan agama Allah, tegaknya Islam di bumi-Nya, baik dengan menyumbangkan harta, tenaga, jiwa, maupun waktu.

Pada masa pemerintahan Khalifah Mu'awiyah bin Abi Sufyan, bertepatan dengan perjalanan kembali dari haji, di suatu tempat dekat Saraf, Maimunah merasa ajalnya menjelang tiba. Ketika itu dia berusia 87 tahun, bertepatan dengan tahun ke-61 hijriah. Dia dimakamkan di tempat itu juga sebagaimana wasiat yang dia sampaikan. Menurut sebagian riwayat, dia adalah istri Nabi yang terakhir meninggal. Semoga Allah memberi tempat yang layak di sisi-Nya. Amin.