Thursday, April 16, 2015

Tokoh Islami "ZAINAB RADHIALLAHU 'AN BINTI JAHSY BIN RIAB BIN YA’MUR BIN SHABIRAH BIN MURRAH BIN KABIR BIN GHANM BIN DUDAN BIN ASAD BIN KHUZAIMAH BIN MUDRIKAH BIN ILYAS BIN MUDHAR BIN NIZAR BIN MUAD BIN ADNAN (588/561 M) - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
Ayat di atas merupakan perintah Allah agar Nabi Saw menikahi Zainab dengan tujuan meluruskan pemahaman keliru tentang posisi anak angkat.

Rasulullah Saw mengutus seseorang untuk mengabari Zainab tentang perintah Allah tersebut. Betapa gembiranya hati Zainab mendengar berita tersebut, dan pesta pernikahan pun segera dilaksanakan serta dihadiri warga Madinah. Zainab mulai memasuki rumah tangga Rasulullah dengan dasar wahyu Allah. Dialah satu-satunya istri Nabi yang berasal dan kerabat dekatnya. Rasulullah tidak perlu meminta izin jika memasuki rumah Zainab sedangkan kepada istri-istri lainnya beliau selalu meminta izin. Kebiasaan seperti itu ternyata menimbulkan kecemburuan di hati istri Rasul lainnya.

Orang-orang munafik yang tidak senang dengan perkembangan Islam membesar-besarkan fitnah bahwa Rasulullah telah menikahi istri anaknya sendiri. Karena itu, turunlah ayat yang berbunyi,

Artinya : "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi........"  (Qs. Al-Ahzab: 40)

Zainab berkata kepada Nabi, "Aku adalah istrimu yang terbesar haknya atasmu, aku utusan yang terbaik di antara mereka, dan aku pula kerabat paling dekat di antara mereka. Allah menikahkanku denganmu atas perintah dan langit, dan Jibril yang membawa perintah tersebut. Aku adalah anak bibimu. Engkau tidak memiliki hubungan kerabat dengan mereka seperti halnya denganku."

Zainab sangat mencintai Rasulullah dan merasakan hidupnya sangat bahagia. Akan tetapi, dia sangat pencemburu terhadap istri Rasul lainnya, sehingga Rasulullah pernah tidak tidur bersamanya selama dua atau tiga bulan sebagai hukuman atas perkataannya yang menyakitkan hati Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab wanita Yahudiyah itu.

Sejak masuk dalam lingkungan keluarga Nabi, Zainab meraih maqom (tempat) kedekatan dan kemuliaan yang agung di sisi Nabi. Allah menganugerahinya sifat-sifat terpuji dan perangai-perangai yang baik sehingga menjadi sosok wanita yang sangat istimewa. Zainab menggali sekian banyak akhlak Nabi dan mengikuti beliau dalam setiap kebaikan, terutama dalam sikap zuhud dari kesenangan-kesenangan materi, karena yakin bahwa kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika Zainab tampil dengan pribadi yang dermawan dan pemurah. 

Rasulullah pernah memuji Zainab di hadapan para istrinya bahwa ia adalah yang paling "panjang tangannya" di antara mereka dalam memberi kebaikan kepada orang lain. Zainab lebih kuat menjaga hubungan kekeluargaan, lebih banyak bershadaqah, lebih kuat pengorbanan dirinya pada shadaqah dan usahanya mendekatkan diri kepada Allah. 

Ummul Mukiminin Ummu Salamah mengakui keistimewaan 'madunya' ini, bahwa Rasulullah sangat menyukai sifat-sifat mulia Zainab tersebut, ia kagum dengan ketekunannya menunaikan shalat malam dan kekuatannya yang selalu berinteraksi dengan Allah. 

Ummul Mukminin Aisyah pun pernah berkata, "Dia adalah satu-satunya istri Nabi yang posisinya di hati Rasulullah hampir setara dengan kedudukanku. Aku belum pernah menemukan wanita yang lebih baik keagamaannya dari Zainab. Hanya satu kekurangannya, ia cepat terbawa emosi tapi juga cepat meredamnya."

Dalam riwayat lain disebutkan, Aisyah berkata, "Semoga Allah mengasihi Zainab. Dia banyak menyamaiku dalam kedudukannya di hati Rasulullah. Aku belum pernah melihat wanita yang lebih baik agamanya dari Zainab. Dia sangat bertakwa kepada Allah, perkataannya paling jujur, paling suka menyambung tali silaturahmi, paling banyak bersedekah, banyak mengorbankan diri dalam bekerja untuk dapat bersedekah, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Selain Saudah, dia yang memiliki tabiat yang keras. "

Ia memiliki berbagai macam keahlian. Ia bisa menyamak kulit, memintal serta menenun kain sutra, hasilnya dijual dan disedekahkan. Hal itulah yang menyebabkan wanita cantik istri Rasulullah ini bersedekah lebih banyak dari yang lainnya. Setelah Rasulullah wafat, Zainab memperbanyak usahanya, agar bisa melipat gandakan uang yang diterimanya, untuk disedekahkan kepada yang fakir miskin.

Ketika ia mendapat bagian harta dari Baitul Mal dimasa khalifah Umar ra dia berdoa, "Ya Allah janganlah harta ini penyebab fitnah." Segera ia bagikan harta itu kepada yatim piatu dan fakir miskin. Mendengar itu Umar ra mengirim lagi, tetapi Zainab membagi - bagikannya lagi kepada yatim piatu dan fakir miskin. 

Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah yang pertama kali wafat menyusul beliau, yaitu pada tahun kedua puluh hijrah, pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, dalam usianya yang ke-53, dan dimakamkan di Baqi'. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Zainab berkata menjelang ajalnya, "Aku telah menyiapkan kain kafanku, tetapi Umar akan mengirim untukku kain kafan, maka bersedekahlah dengan salah satunya. Jika kalian dapat bersedekah dengan semua hak-hakku, kerjakanlah dari sisi yang lain." Semasa hidupnya, Zainab banyak mengeluarkan sedekah di jalan Allah.

 Tentang kewafatannya yang paling pertama dari istri-istri Rasul, telah disabdakan oleh Rasulullah semasa beliau masih hidup, "Orang yang paling cepat menyusulku (meninggal dunia) di antara kalian (istri-istri Nabi) adalah yang paling 'panjang tangannya'."

Ketika Zainab meninggal dunia, ia tidak meninggalkan warisan sedikit pun, meski hanya uang satu dirham atau satu dinar, ia sudah menshadaqahkan semua harta yang dimilikinya di jalan Allah, Allahu Akbar. Zainab adalah tempat berlindung bagi orang-orang miskin.